Astronot Artemis 2 Saksikan Cekungan Orientale Bulan

Pemandangan Cekungan Orientale di Bulan yang diamati langsung oleh astronot Artemis 2 dari pesawat Orion.

BERIKABARNEWS l – Dunia antariksa kembali mencatat sejarah. Kru misi Artemis 2 melaporkan pemandangan Bulan yang belum pernah disaksikan langsung oleh manusia, saat pesawat Orion telah menempuh dua pertiga perjalanan menuju lintasan terbang Bulan.

Memasuki hari keempat dari misi sepuluh hari, posisi pesawat berada sekitar 321.869 kilometer dari Bumi dan semakin mendekati Bulan dengan jarak tersisa sekitar 131.966 kilometer.

Salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan ini adalah saat kru berhasil menyaksikan langsung Cekungan Orientale. Formasi geologi yang kerap dijuluki “Grand Canyon”-nya Bulan ini sebelumnya hanya terekam melalui citra satelit.

Astronot Christina Koch mengungkapkan kekaguman kru saat melihat cekungan raksasa tersebut secara langsung.

“Belum pernah ada mata manusia yang melihat kawah ini sebelumnya hingga hari ini. Kami merasa sangat beruntung bisa menyaksikannya,” ujarnya.

Misi ini juga akan memasuki fase penting saat pesawat Orion mendekati “lunar sphere of influence”, yaitu titik ketika gravitasi Bulan mulai lebih dominan dibandingkan Bumi.

Kru yang terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen diperkirakan akan mencetak rekor sebagai manusia yang menjelajah paling jauh dari Bumi dalam sejarah.

Meski menjalankan misi berat, suasana di dalam pesawat tetap hangat dan penuh semangat. Para astronot memulai hari dengan sarapan sederhana sambil menikmati musik, menunjukkan sisi humanis di balik misi besar ini.

Reid Wiseman bahkan menyebut momen berkomunikasi dengan keluarganya dari luar angkasa sebagai pengalaman yang sangat berharga dalam hidupnya.

Baca Juga : NASA Kembali ke Bulan, Artemis 2 Ukir Sejarah Baru Antariksa

Berbeda dengan misi Apollo pada 1960-an, Artemis 2 memberikan sudut pandang yang lebih luas. Awak berada pada jarak ribuan kilometer dari permukaan Bulan, memungkinkan mereka melihat keseluruhan bentang alam, termasuk wilayah kutub yang belum banyak terjamah.

Menariknya, kru juga dibekali perangkat modern seperti smartphone untuk mendokumentasikan perjalanan dari sudut pandang yang lebih personal.

Misi Artemis 2 merupakan bagian dari rencana besar NASA untuk kembali ke Bulan secara berkelanjutan. Program ini bertujuan membangun pangkalan permanen sebagai pijakan eksplorasi manusia ke planet lain.

Bagi para astronot, perjalanan ini bukan sekadar tugas ilmiah, tetapi juga wujud mimpi masa kecil yang akhirnya menjadi kenyataan.*

 

Sumber :

AFP

Google Perluas Gemini Enterprise dengan AI Khusus untuk Industri Hukum

BERIKABARNEWS l – Google memperluas layanan kecerdasan buatan...

Ilustrasi Gemini Enterprise for Legal, AI Google khusus untuk industri hukum. (Foto: unsplash.com/@rubaitulazad)

Terungkap! Donald Trump Beli Saham SpaceX pada Juni 2026

BERIKABARNEWS l – Presiden Amerika Serikat Donald Trump...

Presiden AS Donald Trump dan Elon Musk terkait investasi saham SpaceX. (Foto: Potus)

China Makin Dekat dengan SpaceX, Zhuque-3 Sukses Mendarat

BERIKABARNEWS l – China mencatat kemajuan dalam pengembangan...

Roket Zhuque-3 milik LandSpace berhasil mendaratkan booster tahap pertama di Provinsi Gansu, China. (Foto: x.com/globaltimesnews)

ChatGPT untuk Remaja Resmi Diperkuat, Orang Tua Bisa Pantau Risiko Keselamatan

BERIKABARNEWS l – OpenAI memperkuat perlindungan ChatGPT bagi...

ChatGPT memperkuat fitur keamanan dan kontrol orang tua untuk pengguna remaja.

Nvidia Amankan 8 GW untuk OpenAI, Proyek Pusat Data Dimulai di Ohio

BERIKABARNEWS l OHIO – Nvidia mengamankan kapasitas komputasi...

Ilustrasi Nvidia dan OpenAI dalam proyek pusat data kecerdasan buatan berskala besar di Ohio, Amerika Serikat.

DeepSeek Naikkan Tarif API hingga 11 Kali Lipat Mulai 17 Agustus 2026

BERIKABARNEWS l BEIJING – Startup kecerdasan buatan (AI)...

DeepSeek menaikkan tarif API V4-Pro dan V4-Flash hingga 11 kali lipat mulai 17 Agustus 2026.

berita terkini