BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia dijadwalkan menggelar Sidang Isbat penetapan awal Syawal 1447 Hijriah pada Kamis (19/3/2026). Sidang ini menjadi momen penentuan Hari Raya Idulfitri 2026 bagi umat Muslim di Indonesia.
Kegiatan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta Pusat, dan dihadiri berbagai pihak, mulai dari pemerintah, Majelis Ulama Indonesia, DPR RI, hingga pakar astronomi dari BMKG dan BRIN.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa sidang isbat merupakan mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal bulan Hijriah melalui metode hisab dan rukyat.
“Seluruh sistem hisab menunjukkan ijtimak menjelang Syawal terjadi pada pagi ini sekitar pukul 08.23 WIB. Namun, penetapan resmi tetap harus menunggu laporan langsung dari petugas di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses sidang diawali dengan pemaparan posisi hilal secara astronomis, kemudian dilanjutkan dengan sidang tertutup untuk memverifikasi hasil pengamatan dari berbagai daerah sebelum diumumkan kepada publik.
Baca Juga : Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri Jumat, 20 Maret 2026
Berdasarkan data hisab, posisi hilal di Indonesia pada petang hari ini sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 0 derajat 54 menit hingga 3 derajat 7 menit, serta sudut elongasi berkisar 4 hingga 6 derajat.
Untuk memastikan hasil yang akurat, Kemenag melakukan pemantauan hilal di 117 titik di seluruh Indonesia. Beberapa di antaranya berada di Aceh, Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, hingga Papua.
Hasil pemantauan tersebut akan menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan pada Sidang Isbat malam ini, yang sekaligus menentukan kapan umat Muslim di Indonesia merayakan Lebaran.*
