Mantan Dirut Pertamina Kembali Diperiksa Kejagung, Kasus Korupsi Migas Makin Melebar

Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, saat memberikan penjelasan terkait perkembangan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah Pertamina. (Dok. Kejagung)

BERIKABARNEWS | JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memanggil dan memeriksa mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) berinisial NW terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina, Subholding, dan KKKS periode 2018–2023. Pemeriksaan berlangsung di Gedung Bundar, Kejagung RI, pada Jumat, 24 Oktober 2025.

Pemanggilan ini menjadi pemeriksaan ketiga terhadap mantan Dirut Pertamina periode 2018–2024 dalam enam bulan terakhir. Sebelumnya, NW telah diperiksa pada 28 Mei dan 28 Juli 2025.
Kasus ini disebut berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga ratusan triliun rupiah.

Tujuh Saksi Diperiksa dalam Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menyampaikan bahwa tim jaksa penyidik pada JAMPIDSUS memeriksa total tujuh orang saksi hari ini.

“Seluruh saksi diperiksa untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi berkas perkara atas nama tersangka HW dan kawan-kawan,” ujar Anang.

Selain mantan Dirut Pertamina, penyidik juga memanggil saksi dari anak usaha Pertamina dan sejumlah perusahaan swasta sektor migas.

Baca Juga : Kemlu Ungkap Pergeseran Profil Korban TPPO Online, Bukan Lagi Pekerja Domestik

Saksi dari Anak Usaha Pertamina dan Perusahaan Swasta Migas

Dari internal Pertamina, penyidik memeriksa NS, Senior Account Manager PT Pertamina Patra Niaga sejak 2021.

Sementara dari perusahaan swasta, ada beberapa pihak yang turut diperiksa:

  • PT Mahameru Kencana Abadi, saksi S (pegawai HRD). Perusahaan ini diketahui memiliki satu tersangka, inisial IPH.
  • PT Orbit Terminal Merak (OPM), dua saksi TRA (Kepala Terminal) dan N (Finance, Accounting, and Tax Manager).
    Dari perusahaan ini, Kejagung telah menetapkan dua tersangka, yaitu Dirut GRJ dan Mohammad Riza Chalid (MRC) yang hingga kini berstatus buronan (beneficial owner).

Selain itu, dua saksi dari perbankan pelat merah juga turut diperiksa, yakni TR (Account Officer PT BRI 2011–2014) dan IHP (Pemimpin Cabang PT BRI Multi Finance Indonesia).

Fokus Pemeriksaan: Perkuat Pembuktian Dugaan Korupsi Pertamina

Pemeriksaan terhadap para saksi ini bertujuan untuk memperkuat pembuktian kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina yang melibatkan sejumlah pejabat, pengusaha, serta pihak swasta.

Kejagung menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan sesuai dengan peraturan yang berlaku. *

 

Story.kejaksaan.go.id

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Nasional Antisipasi Virus Nipah

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Kesehatan RI resmi...

Ilustrasi - Kementerian Kesehatan RI menyampaikan peningkatan kewaspadaan nasional terhadap potensi penyebaran Virus Nipah.

Mendagri Apresiasi Kehadiran Presiden Prabowo di Rakornas 2026

BERIKABARNEWS l BOGOR – Menteri Dalam Negeri Tito...

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat menghadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Bogor, Senin (2/2/2026).

Registrasi SIM Biometrik Berlaku, Pakar Ingatkan Risiko Kebocoran Data

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi...

Ilustrasi - registrasi kartu SIM berbasis biometrik menggunakan pemindaian wajah dan sidik jari di Indonesia.

Kemkomdigi Normalisasi Akses AI Grok, X Corp Diawasi Ketat

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital...

Ilustrasi-layanan AI Grok milik X Corp di bawah pengawasan Kemkomdigi.

Wamen Komdigi Ingatkan Bahaya Zero Click Attack, Ancaman Siber Kian Nyata di Era AI

BERIKABARNEWS l – Ancaman keamanan digital di Indonesia...

Wamen Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan peringatan tentang bahaya zero click attack dan ancaman siber di era kecerdasan artifisial.

36 WNI Korban Online Scam di Kamboja Dipulangkan ke Indonesia

BERIKABARNEWS l TANGERANG – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian...

WNI korban penipuan kerja online scam dari Kamboja tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang

berita terkini