BERIKABARNEWS l – Max Verstappen melontarkan kritik terbuka terhadap mobil anyar Red Bull Racing dalam tes pramusim Formula 1 2026 di Bahrain, Kamis (12/2/2026). Meski timnya tampil kompetitif, sang juara dunia empat kali mengaku kurang menikmati sensasi mobil era regulasi baru tersebut.
Menurut Verstappen, perubahan besar pada mesin, aerodinamika, dan peningkatan komponen elektrik membuat karakter mobil berbeda drastis dari F1 yang ia kenal.
“Jujur saja, ini tidak terasa seperti Formula 1 yang sebenarnya,” ujarnya.
Masalah utama yang disorot Verstappen adalah dominasi sistem manajemen energi. Di era regulasi 2026, pembalap tak lagi bisa memacu mobil secara maksimal sepanjang lap karena harus memperhitungkan penggunaan daya baterai.
Sebagai pembalap dengan gaya agresif dan suka tampil “flat out”, Verstappen merasa kebebasannya di lintasan menjadi lebih terbatas. Ia bahkan menyindir bahwa pendekatan balap saat ini lebih menekankan efisiensi energi, mirip konsep di Formula E.
Bagi Verstappen, fokus berlebihan pada efisiensi mengurangi sensasi balap murni yang menjadi ciri khas Formula 1.
Baca Juga : Hamilton Sebut Era Baru F1 Jadi Tantangan Masif bagi Ferrari
Terlepas dari kritik tersebut, persaingan di tes Bahrain berlangsung ketat. Charles Leclerc membawa Scuderia Ferrari mencatat waktu tercepat hari kedua, disusul Lando Norris bersama McLaren.
Sementara itu, tim-tim masih memaksimalkan adaptasi terhadap regulasi baru sebelum seri pembuka musim 2026 di Melbourne, Australia, 8 Maret mendatang.
Kini pertanyaannya, apakah perubahan regulasi ini akan memengaruhi dominasi Red Bull? Atau justru Verstappen tetap mampu beradaptasi dan kembali menjadi kandidat kuat juara dunia?
Sumber :
Reuters
