BERIKABARNEWS l KUCHING – Musim durian kembali menyemarakkan Sarawak, Malaysia. Seiring masa panen, kios-kios durian dadakan bermunculan di berbagai sudut kota, salah satunya di kawasan luar Emart Batu Kawa, Kuching. Kehadiran kios ini menjadi solusi praktis bagi masyarakat untuk menikmati durian segar tanpa harus pergi jauh ke perkebunan.
Selain memudahkan akses, kios dadakan juga membantu menyalurkan melimpahnya hasil panen durian lokal Sarawak yang dikenal memiliki cita rasa khas.
Sejumlah warga menilai durian kampung Sarawak memiliki karakter rasa yang lebih kaya dibandingkan durian dari wilayah Semenanjung Malaysia. Siti Nazihah Abdullah (50), seorang ibu rumah tangga, mengatakan durian yang jatuh alami dari pohon memiliki aroma lebih kuat dan tekstur yang lebih lembut.
“Rasanya lebih asli dan aromanya lebih kuat. Durian jatuh sendiri biasanya kualitasnya lebih baik dibandingkan durian petik,” ujarnya, Minggu (28/12/2025).
Selain dikonsumsi langsung, durian di Sarawak juga diolah menjadi berbagai hidangan tradisional seperti tempoyak, patin tempoyak, bubur durian, dan pulut durian yang menjadi favorit masyarakat setempat.
Sementara itu, pemilik kios durian di Batu Kawa, Abdul Mutalif Hassan (44) atau yang akrab disapa Aleep Kitkat, menyampaikan bahwa durian yang dijual berasal langsung dari kawasan Gunung Sadung, Kampung Taee, Serian. Ia memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan Facebook untuk menjangkau pembeli lebih luas, terutama warga Kuching yang mencari durian berkualitas dengan harga terjangkau.
Baca Juga : Viral di Medsos, Rumah di Teluk Air Tawar Jadi Ikon Harmoni Natal
Untuk menarik minat pembeli, kios ini menawarkan beragam pilihan harga, mulai dari paket hemat tiga buah durian seharga RM50, hingga durian berdaging kuning dengan harga RM25 hingga RM40 per buah, tergantung ukuran dan berat. Selain durian, kios juga menyediakan buah lokal lainnya seperti dabai, rambutan, dan langsat.
Pelayanan yang ramah turut menjadi daya tarik tersendiri. Annie Kong (52), seorang pekerja swasta, mengaku membeli hingga sembilan buah durian karena harga yang lebih murah dan pelayanan yang membantu.
“Kalau ragu memilih, pekerja di sini siap membantu. Durian juga dikemas rapi sehingga mudah dibawa pulang,” tuturnya.
Kehadiran kios durian dadakan di Sarawak pun mendapat respons positif dari masyarakat. Selain menawarkan harga terjangkau dan kualitas buah yang segar, kios ini sekaligus menjadi sarana promosi produk pertanian lokal yang membanggakan. (ing)
Sumber :
The Borneo Post
