BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Nyeri dada kerap dikaitkan dengan penyakit jantung. Namun, kondisi tersebut tidak selalu menandakan gangguan pada organ vital itu. Ada berbagai penyebab nyeri dada, mulai dari masalah otot hingga gangguan pada paru-paru dan lambung.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Pontianak, dr. Tommy Alexander, Sp.JP, menjelaskan bahwa karakteristik nyeri dada dapat membantu membedakan penyebabnya.
Menurutnya, nyeri dada akibat gangguan otot biasanya dipicu oleh pergerakan tertentu atau saat menarik napas. Rasa sakitnya cenderung berubah ketika posisi tubuh berganti.
Sebaliknya, nyeri dada yang disebabkan oleh penyakit jantung umumnya terasa seperti ditindih beban berat. Rasa nyeri bisa menjalar ke bahu hingga leher, dan sering disertai gejala lain seperti keringat dingin, mual, serta muntah.
“Nyeri dada yang berkaitan dengan penyakit jantung harus diwaspadai karena dapat mengancam nyawa,” ujar dr. Tommy saat ditemui di Klinik Jantung RSUD SSMA, Kamis (12/2/2026).
Ia menegaskan, masyarakat tidak boleh mengabaikan gejala nyeri dada, terutama jika disertai tanda-tanda khas serangan jantung. Pemeriksaan medis perlu segera dilakukan untuk memastikan penyebabnya.
Baca Juga : Waspada Virus Nipah, RSUD SSMA Pontianak Edukasi Masyarakat Soal Pencegahan
Salah satu pemeriksaan awal yang dilakukan dokter adalah rekaman listrik jantung atau elektrokardiogram (EKG). Dari hasil tersebut, dokter dapat menilai apakah nyeri dada berkaitan dengan gangguan jantung atau faktor lain.
Jika terbukti disebabkan oleh penyakit jantung, penanganan dapat meliputi pemberian obat pengencer darah, obat pelarut bekuan darah, hingga tindakan pemasangan ring (stent) pada pembuluh darah jantung bila diperlukan.
Selain pengobatan medis, perubahan gaya hidup juga menjadi bagian penting dalam pencegahan dan pengendalian penyakit jantung. Berhenti merokok, rutin berolahraga, serta mengontrol tekanan darah menjadi langkah utama yang dianjurkan.
“Gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Jika mengalami gejala yang mengarah ke gangguan jantung, segera konsultasikan ke dokter spesialis jantung,” pesannya.
Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan lebih waspada dan mampu mengenali perbedaan karakter nyeri dada, sehingga dapat mengambil langkah cepat dan tepat sebelum kondisi memburuk. *
