WHO Pastikan Risiko Virus Nipah dari India Rendah, Tak Ada Larangan Perjalanan

Ilustrasi - risiko Virus Nipah.

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa risiko penyebaran Virus Nipah dari kasus terbaru di West Bengal, India, masih tergolong rendah, baik di tingkat nasional, regional Asia Tenggara, maupun global. Berdasarkan penilaian tersebut, WHO tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan ataupun perdagangan internasional terhadap India.

Penegasan itu disampaikan NPO Epidemiologist WHO Indonesia, dr. Endang Widuri Wulandari, dalam webinar kesehatan di Jakarta, Senin (2/2/2026). Ia menjelaskan bahwa tingkat risiko sedang atau moderate hanya teridentifikasi pada level subnasional, khususnya di wilayah terdampak.

Menurut dr. Endang, rendahnya risiko penyebaran dipengaruhi oleh karakter kasus yang bersifat terlokalisasi. Seluruh kasus tercatat hanya terjadi di satu distrik, yakni North 24 Parganas, dan pasien diketahui tidak melakukan perjalanan selama periode bergejala.

“Semua kasus telah diisolasi dengan baik. Pelacakan kontak dilakukan secara menyeluruh, dan hasil pemeriksaan laboratorium seluruh kontak erat dinyatakan negatif,” ujarnya.

Selain itu, pengalaman dan kesiapan sistem kesehatan India dalam menangani wabah serupa di masa lalu turut berperan dalam pengendalian situasi.

Meski demikian, WHO mengingatkan bahwa potensi penularan Virus Nipah tetap ada selama reservoir alami virus, seperti kelelawar buah, masih ditemukan. Penularan dari hewan ke manusia dapat terjadi secara sporadis, meskipun hingga kini belum ada bukti peningkatan penularan antarmanusia secara luas.

Kasus penularan sebelumnya umumnya terbatas pada fasilitas kesehatan atau kontak erat dalam lingkungan keluarga melalui cairan tubuh pasien.

Baca Juga : Kasus Baru Virus Nipah di India, Indonesia Diminta Waspada

WHO menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui pendekatan One Health yang melibatkan lintas sektor.

Edukasi masyarakat menjadi kunci utama, termasuk kebiasaan mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, melindungi serta merebus nira agar tidak terkontaminasi, menggunakan alat pelindung diri saat menangani hewan sakit, serta memastikan daging dimasak hingga matang.

Di fasilitas kesehatan, penerapan prosedur pengendalian infeksi yang ketat juga harus terus diperkuat.

“Pengendalian Virus Nipah membutuhkan koordinasi yang solid, mulai dari surveilans laboratorium hingga peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” tegas dr. Endang.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan pertukaran pengalaman, WHO dijadwalkan menggelar forum ahli pada 4 Februari 2026 untuk membahas penanganan Virus Nipah secara lebih mendalam di lapangan. *

 

Sumber :

InfoPublik

Diare Anak Mengintai, Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kasus diare pada anak...

Perawat RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, Afrilia memberikan edukasi tentang diare pada anak, (17/9/2026).

Waspada Diare Saat Kabut Asap, Jangan Abaikan PHBS

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Masyarakat diminta tidak hanya...

Apoteker RSUD SSMA Pontianak Fikri Destari memberikan edukasi pencegahan diare saat kabut asap.

‘Melangkah untuk Sehat’, RSUD SSMA Pontianak Ajak Warga Kenali Kondisi Tubuh

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – RSUD Sultan Syarif Mohamad...

Tim fisioterapis RSUD SSMA Pontianak melakukan skrining kebugaran dan keseimbangan dalam kegiatan “Melangkah untuk Sehat”.

3 Juta Warga Terpapar Kabut Asap, Kemenkes Imbau Pakai Masker

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Sekitar 3 juta warga...

Kabut asap akibat karhutla melanda wilayah terdampak dan mengancam kesehatan masyarakat. (Foto: x.com/vier4x4)

Cegah Penularan TBC dengan Deteksi Dini dan Pengobatan Sampai Tuntas

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Deteksi dini dan pengobatan...

Ns. Rifda Angelina Wulandari memberikan edukasi pencegahan penularan TBC di RSUD SSMA Pontianak.

Peringati HUT ke-38, Normah Medical Specialist Centre Luncurkan Promo Medical Check Up

BERIKABARNEWS l KUCHING – Dalam rangka memperingati hari...

Normah Medical Specialist Centre meluncurkan promo medical check up dengan diskon RM38 selama Agustus 2026 dalam rangka peringatan HUT ke-38.

berita terkini