BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Barat yang masih terjadi hingga Minggu (5/7/2026) mendapat perhatian serius dari Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Ia mendesak PT PLN (Persero) segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi gangguan kelistrikan yang menyebabkan pasokan listrik di sejumlah wilayah, terutama Kota Pontianak, terganggu hingga lima sampai enam jam.
Gangguan listrik yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak terhadap kegiatan ekonomi, pelayanan usaha, dan berbagai aktivitas masyarakat.
Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir di Kalbar, Ria Norsan mengaku telah berkoordinasi langsung dengan pihak PLN untuk memastikan penyebab gangguan yang terjadi.
Usai menghadiri Konferprov II GERDAYAK Kalbar, Sabtu (4/7/2026), ia menjelaskan bahwa persoalan tersebut bukan disebabkan oleh keterbatasan pasokan bahan bakar pembangkit.
“Saya sudah berkomunikasi dengan PLN, bahkan sempat menghubungi pihak Pertamina karena khawatir ada kendala suplai bahan bakar. Namun, ternyata masalah utamanya adalah ada mesin pembangkit yang rusak. Karena itu, saya minta PLN segera memperbaikinya. Kasihan masyarakat terdampak sampai berjam-jam,” tegas Ria Norsan.
Baca Juga : Satpol PP Pontianak Tertibkan Layang-layang, Tiga Layangan dan Dua Gelondongan Diamankan
Menurutnya, percepatan perbaikan menjadi langkah penting agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan dampak ekonomi akibat pemadaman berkepanjangan dapat diminimalkan.
Menanggapi permintaan Gubernur Kalbar, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat menjelaskan bahwa penurunan kemampuan pasok listrik terjadi akibat gangguan teknis pada salah satu unit pembangkit utama.
PLN menyebut kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar menyebabkan sistem kelistrikan Kalimantan Barat belum dapat beroperasi secara optimal.
Meski demikian, PLN memastikan pasokan energi primer, termasuk batu bara, dalam kondisi aman sehingga gangguan bukan disebabkan oleh keterbatasan bahan bakar.
Pemadaman listrik bergilir dilakukan sebagai langkah menjaga keseimbangan sistem kelistrikan agar gangguan tidak meluas ke wilayah lain.
Baca Juga : HUT ke-75 IBI, Wako Edi Dorong Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
PLN saat ini terus memaksimalkan seluruh pembangkit yang masih beroperasi serta menambah pasokan listrik dari pembangkit milik mitra untuk mengurangi dampak pemadaman terhadap pelanggan.
Perbaikan unit pembangkit yang mengalami kerusakan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu minggu hingga sistem kelistrikan kembali normal.
Selama proses pemulihan berlangsung, PLN berkomitmen memberikan informasi secara berkala melalui kanal komunikasi resmi. Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan di Kalimantan Barat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap proses perbaikan dapat segera rampung sehingga pasokan listrik kembali stabil dan aktivitas masyarakat di seluruh wilayah dapat berjalan normal.*
