BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Tim Penggerak PKK Kota Pontianak mulai mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan organisasi. Perubahan ini ditandai dengan peralihan sistem pendataan yang sebelumnya dilakukan secara manual menuju pengelolaan data berbasis teknologi digital.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan PKK yang lebih mandiri, modern, dan mampu menjalankan program secara efektif melalui pemanfaatan teknologi.
Transformasi digital PKK Kota Pontianak disampaikan dalam kegiatan bertema “Mewujudkan PKK Mandiri melalui Transformasi Digital untuk Menyinergikan Ekonomi dan Kesehatan Keluarga” yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti kader PKK dari 29 kelurahan dan enam kecamatan se-Kota Pontianak. Para kader diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan teknologi dalam memperkuat peran PKK di tengah masyarakat.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, mengatakan kader PKK tidak hanya berperan dalam menjalankan program kerja, tetapi juga harus menjadi penggerak perubahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Menjadi kader PKK itu bukan sekadar menjalankan program saja. Tetapi kita juga harus menjadi agen dan penggerak perubahan di tengah keluarga dan di tengah lingkungan masyarakat,” ujar Yanieta.
Baca Juga : Edi Kamtono: Modernisasi Peradilan Harus Tetap Humanis dan Mudah Diakses Masyarakat
Menurut Yanieta, salah satu fokus utama dalam transformasi digital PKK adalah pembaruan sistem pendataan. Selama ini, berbagai data penting seperti jumlah dasawisma, kondisi kesehatan keluarga, hingga data UMKM binaan PKK masih banyak dilakukan secara manual.
Dengan sistem digital, data tersebut diharapkan dapat tersusun lebih rapi, mudah diperbarui, serta menjadi dasar dalam menentukan arah program yang lebih tepat sasaran.
Ia meminta seluruh pengurus PKK tingkat kecamatan dan kelurahan segera melakukan pembaruan data secara lengkap dan akurat melalui teknologi digital.
“Data yang valid adalah kompas dalam menentukan arah program 10 pokok PKK. Agar bantuan dan intervensi yang dilakukan di masyarakat tepat sasaran,” jelasnya.
Yanieta menyebut, keberadaan data digital akan membantu PKK dan pemerintah dalam memetakan berbagai persoalan masyarakat secara lebih cepat, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, hingga pengembangan ekonomi keluarga.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Yanieta mengajak para kader PKK untuk tidak ragu belajar menggunakan berbagai perangkat digital.
Menurutnya, teknologi dapat membantu mempermudah pekerjaan kader, mulai dari pengelolaan data, penyusunan laporan, hingga penyebarluasan informasi kegiatan kepada masyarakat.
“Jangan takut menggunakan teknologi. Teknologi akan membantu kita. Dulu data diolah manual, sekarang dengan AI proses menyimpan, memperbaiki, meringkas jadi mudah dan cepat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa transformasi digital bukan hanya tentang aktif menggunakan media sosial, tetapi bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan dan memperkuat program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Yanieta juga mengapresiasi kader PKK kecamatan dan kelurahan yang telah memanfaatkan media sosial untuk mendokumentasikan berbagai kegiatan.
Menurutnya, publikasi melalui platform digital bukan sekadar menunjukkan aktivitas organisasi, melainkan menjadi sarana menyampaikan kerja nyata PKK kepada masyarakat.
“Bukan untuk pamer atau menonjolkan diri, tapi inilah bentuk kegiatan di masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : Sekda Amirullah Ajak Warga Pontianak Taat Bayar PBB
Penerapan digitalisasi juga mulai terlihat dalam berbagai kegiatan PKK Kota Pontianak. Salah satunya melalui lomba Hari Kesatuan Gerak PKK yang kini mulai mengadopsi konsep digital seperti pembuatan vlog, video konten, dan desain grafis.
Meski demikian, Yanieta menyadari masih terdapat kader yang membutuhkan pendampingan dalam penggunaan teknologi. Karena itu, ia mendorong adanya kolaborasi antara PKK dengan tenaga teknologi informasi di tingkat kecamatan maupun kelurahan.
Pelatihan pembuatan video, pengelolaan konten digital, hingga pemanfaatan aplikasi teknologi dinilai penting agar seluruh kader mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Tim penggerak PKK baik di kecamatan maupun kelurahan bisa bekerja sama dengan IT yang ada di kantor camat atau kelurahan. Buat pelatihan, bagaimana cara membuat vlog, mengedit video, dan membuat konten,” ungkapnya.
Ia menambahkan, PKK merupakan organisasi yang tumbuh dari semangat gotong royong. Karena itu, seluruh jajaran PKK harus saling mendukung dan bergerak bersama menghadapi perubahan.
Melalui transformasi digital ini, PKK Kota Pontianak berharap dapat melahirkan kader yang tidak hanya aktif menjalankan program, tetapi juga adaptif terhadap teknologi, mandiri secara ekonomi, serta mampu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan keluarga.*
