BERIKABARNEWS l – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan jalur logistik utama di wilayah terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali terbuka. Pemerintah pusat kini mempercepat pemulihan pascabencana dengan fokus utama pada perbaikan akses jalan guna mendukung distribusi bantuan dan mobilitas masyarakat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa tim gabungan dari berbagai kementerian dan lembaga bekerja tanpa henti untuk memulihkan layanan dasar. Menurutnya, kelancaran jalur logistik menjadi faktor krusial agar bantuan dapat segera menjangkau warga terdampak.
Salah satu capaian signifikan adalah pulihnya jalur nasional Lintas Timur Aceh yang menghubungkan Banda Aceh dan Medan. Titik kritis terakhir di Jembatan Kuta Blang telah kembali tersambung sejak Jumat siang, sehingga jalur tersebut kini dapat dilalui sepenuhnya. Konektivitas ini memungkinkan distribusi logistik dan pergerakan masyarakat kembali berjalan normal.
Selain Lintas Timur, jalur Lintas Barat Aceh telah lebih dahulu berfungsi. Saat ini, pemerintah memfokuskan upaya pada pemulihan Lintas Tengah Aceh, terutama ruas Bireuen–Bener Meriah–Takengon hingga Kutacane. Jalur tersebut ditargetkan dapat dibuka secara bertahap hingga akhir Desember untuk memperlancar akses ke wilayah pedalaman.
Progres Infrastruktur dan Distribusi Logistik
Kementerian Pekerjaan Umum mencatat progres positif dalam penanganan kerusakan infrastruktur akibat bencana. Sebagian besar titik longsor dan longsoran tebing telah tertangani, sementara perbaikan jalan yang sempat terputus terus dikebut.
Pemulihan akses darat ini berdampak langsung pada kelancaran penyaluran bantuan, dengan lebih dari 1.400 ton logistik telah disalurkan kepada warga terdampak.
Untuk wilayah yang masih sulit dijangkau melalui jalur darat, seperti Aceh Tengah, pemerintah tetap mengandalkan jalur udara dengan puluhan sortie penerbangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga menjaga ketersediaan energi melalui operasi pasar tabung LPG serta memastikan pasokan bahan bakar minyak di wilayah terdampak tetap aman.
Baca Juga : Banjir dan Longsor di Sumatera, Hampir 500 Ribu Warga Mengungsi
Seiring membaiknya kondisi di lapangan, penanganan bencana kini berangsur memasuki fase transisi darurat. Sebanyak 19 kabupaten dan kota di Sumatera telah menetapkan status tersebut, sementara daerah lainnya masih dalam proses.
Pada fase ini, fokus pemerintah mulai bergeser ke pembersihan lingkungan permukiman, pembangunan hunian sementara, serta penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur permanen.
BNPB menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendampingi pemerintah daerah hingga layanan publik, aktivitas sosial, dan roda perekonomian masyarakat kembali pulih.
Percepatan pemulihan pascabencana diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi infrastruktur, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi potensi bencana di masa mendatang. *
Sumber :
InfoPublik.id
