BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital atau Kemkomdigi tengah menyelidiki dugaan kejanggalan dalam sistem rating gim di platform distribusi digital, termasuk Steam. Langkah ini dilakukan untuk memastikan akurasi klasifikasi usia sekaligus memperkuat perlindungan anak di Indonesia.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Ditjen Ekodig Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk platform dan pelaku industri gim. Investigasi dilakukan baik secara internal maupun eksternal guna menemukan sumber masalah.
Kasus ini mencuat setelah ditemukan perbedaan klasifikasi usia pada sejumlah gim yang dinilai tidak sesuai dengan standar Indonesia Game Rating System. Sistem IGRS sendiri selama ini menggunakan mekanisme penilaian mandiri oleh pengembang dan penerbit gim. Namun, temuan terbaru menunjukkan adanya potensi celah yang membuat klasifikasi menjadi tidak akurat.
Menurut Sonny, kejanggalan tersebut menjadi perhatian serius karena dapat berdampak langsung pada perlindungan anak sebagai konsumen.
Untuk mencegah kebingungan di masyarakat, sejumlah konten dengan rating bermasalah telah diturunkan sementara dari platform.
Baca Juga : WFH Jumat Komdigi Resmi Berlaku, Meutya: Bukan Hari Libur Tambahan
Kemkomdigi juga menegaskan bahwa rating IGRS bukan sekadar label, melainkan panduan penting bagi orang tua dalam mengawasi konten gim yang diakses anak.
Oleh karena itu, pemerintah akan melibatkan komunitas serta asosiasi industri gim dalam proses evaluasi agar perbaikan sistem bisa dilakukan secara menyeluruh.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang tata kelola sistem elektronik dalam pelindungan anak. Regulasi tersebut mewajibkan setiap produk digital memiliki klasifikasi usia yang jelas dan transparan.
Kemkomdigi memastikan hasil investigasi akan diumumkan secara terbuka setelah seluruh proses pendalaman bersama pemangku kepentingan selesai. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem industri gim yang lebih sehat sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak di Indonesia.*
Sumber :
Komdigi
