BERIKABARNEWS l SANGGAU – Wisata alam Riam Landau di Desa Pana, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau berubah mencekam setelah seorang remaja putri berinisial IA (15) dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus deras, Minggu (5/4/2026).
Peristiwa tragis ini terjadi saat korban bersama tujuh rekannya tengah berwisata dan menikmati waktu santai di kawasan riam tersebut. Suasana yang semula penuh keceriaan mendadak berubah menjadi duka.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB untuk piknik. Setelah makan, mereka kemudian mandi dan berfoto di area bebatuan di sekitar aliran sungai.
Sekitar pukul 17.19 WIB, korban yang sedang berada di atas bebatuan diduga terpeleset. Arus deras di lokasi langsung menyeret tubuh korban hingga masuk ke rongga di bawah batu besar. Upaya pertolongan dari rekan-rekannya tidak berhasil karena kuatnya arus air.
Proses pencarian dilakukan sejak malam hari oleh tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, BPBD, damkar, dan warga setempat. Namun, operasi sempat dihentikan sementara karena kondisi arus yang membahayakan.
Pencarian dilanjutkan pada Senin pagi (6/4/2026) dengan melibatkan tambahan personel dari Brimob dan Basarnas. Kapolsek Kapuas, Marianus, menyebut medan yang sulit menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.
“Medan yang cukup sulit dan arus deras menjadi tantangan tersendiri. Namun, tim tetap bekerja maksimal melakukan penyisiran,” ujarnya.
Baca Juga : Pergerakan Tanah di Sanggau, Tiga Ruko Ambruk di Kecamatan Mukok
Setelah pencarian intensif, jasad korban akhirnya ditemukan pada pukul 10.41 WIB di dalam rongga bebatuan dalam kondisi tidak bernyawa. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka memar di bagian kepala dan pipi yang diduga akibat benturan saat terseret arus.
Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban telah diserahkan untuk dimakamkan.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat berkunjung ke lokasi wisata alam, terutama yang memiliki arus deras dan bebatuan licin.
Ke depan, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memasang papan peringatan di titik-titik rawan di kawasan Riam Landau guna mencegah kejadian serupa. *
