BERIKABARNEWS l SAMBAS – Kabupaten Sambas semakin menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan utama di Kalimantan Barat. Hal ini terlihat dalam kegiatan panen raya yang digelar di Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, pada Rabu (7/1/2026).
Acara ini dipimpin langsung oleh Bupati Sambas, H. Satono, didampingi Danrem 121/Alambhana Wanawwai, Brigjen TNI Purnomosidi. Panen raya juga melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Cahaya Baru dan menjadi bagian dari rangkaian program strategis nasional yang diinisiasi di Kota Karawang.
Dalam sambutannya, Bupati Satono menyampaikan apresiasi kepada para petani yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan. Ia menyoroti peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Kabupaten Sambas dari 1,78 pada 2024 menjadi 1,95 pada 2025.
“Peningkatan IP ini menandakan produktivitas lahan semakin efisien. Petani mampu menanam lebih sering dalam satu tahun kalender,” jelas Bupati Satono.
Baca Juga : Bupati Satono Tancap Gas, Rakor Perdana OPD Sambas Fokus Pelayanan 2026
Pemerintah pusat telah menyalurkan 1.034 alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk mendukung kegiatan para petani.
Bupati Satono menekankan pentingnya memanfaatkan bantuan ini secara maksimal, sekaligus menjaga lahan produktif agar tidak beralih fungsi sesuai Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
“Sambas harus menjadi wilayah swasembada pangan di Kalimantan Barat. Lahan yang ada harus dimaksimalkan dan dijaga kelestariannya,” tegas Bupati Satono.
Bupati Satono juga mengumumkan kabar baik terkait kesejahteraan petani. Pemerintah pusat menetapkan harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk melindungi petani dari praktik tengkulak.
“Jika ada yang membeli di bawah harga itu, jangan setuju. Pemerintah sudah menjamin harga tersebut untuk kesejahteraan kita semua,” pungkasnya. (ing)
Sumber :
PPID Sambas
