BERIKABARNEWS l LONDON – Sarawak resmi meluncurkan kampanye Visit Malaysia Year 2026 (VMY 2026) di ajang bergengsi World Travel Market (WTM) London 2025. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam promosi pariwisata Malaysia di kancah global, sekaligus memperkuat posisi Sarawak sebagai destinasi unggulan dan pelopor pariwisata berkelanjutan.
Peluncuran VMY 2026 ditandai dengan pemutaran video promosi terbaru berjudul “Sarawak Welcomes You”. Video tersebut menampilkan keindahan alam, keunikan budaya, serta kekayaan hayati Sarawak yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan internasional.
Kehadiran Sarawak di WTM London 2025 bukan sekadar simbolik. Negara bagian terbesar di Malaysia ini menghadirkan program interaktif yang menggabungkan promosi budaya, perdagangan, dan media internasional. Melalui kampanye digital out-of-home (DOOH) di lebih dari 645 lokasi strategis di London, Sarawak secara aktif mengundang masyarakat dunia untuk menjelajahi pesonanya.
Salah satu kegiatan utama adalah Networking Cocktail Sarawak pada 4 November, yang menjadi wadah penting untuk menjalin kerja sama dengan mitra dagang, media, dan pelaku industri pariwisata global.
Sementara itu, di WTM’s Trend Fest, Sarawak menampilkan warisan budaya Borneo melalui pertunjukan seni, demonstrasi tenun tradisional, dan karya manik khas. Aktivitas ini memperkuat citra Sarawak sebagai destinasi autentik dan berakar kuat pada budaya lokal.
Dalam pidatonya, Menteri Pariwisata, Industri Kreatif dan Seni Pertunjukan Sarawak, YB Dato Sri Haji Abdul Karim Rahman Hamzah, menegaskan bahwa pariwisata modern kini berfokus pada nilai dan makna, bukan hanya perjalanan fisik.
“Pariwisata bukan lagi hanya tentang ke mana kita pergi, tetapi tentang apa yang kita pelajari, siapa yang kita temui, dan bagaimana kita terhubung dengan dunia di sekitar kita,” ujarnya.
Dengan tema “Sarawak Welcomes You”, beliau mengundang dunia untuk menjelajahi Borneo melalui keanekaragaman budaya, kekayaan alam, dan semangat komunitas. Pendekatan pariwisata ini selaras dengan Strategi Pembangunan Pasca-COVID-19 2030 (PCDS 2030), yang berfokus pada keberlanjutan, inklusivitas, dan inovasi. Setiap pengalaman wisatawan di Sarawak diharapkan mampu memberdayakan masyarakat lokal, menjaga lingkungan, dan melestarikan budaya.
Konsep ini diwujudkan melalui lima pilar utama CANFF (Culture, Adventure, Nature, Food, Festival) yang menjadi identitas pariwisata Sarawak.
Pada kesempatan yang sama, Sarawak juga memperkenalkan dua inisiatif global. Pertama, kampanye “Gateway to a Sarawak – Guinness World Record”, yang bertujuan mencetak rekor dunia sambil merayakan warisan budaya Borneo. Kedua, Paket Situs UNESCO Borneo, hasil kolaborasi dengan Sabah Tourism Board, yang menyoroti tiga situs penting: Taman Nasional Gunung Mulu, Taman Nasional Niah, dan Geopark Delta Sarawak. Keduanya menjadi simbol harmoni antara konservasi alam dan warisan budaya di Borneo.
Peluncuran di London ini menjadi awal dari hitung mundur nasional menuju Visit Malaysia Year 2026, di mana Sarawak memainkan peran utama dalam membentuk citra pariwisata Malaysia di mata dunia. Video “Sarawak Welcomes You” menjadi undangan terbuka bagi wisatawan internasional untuk menjelajahi keajaiban Borneo.
Dalam penutup pidatonya, Menteri Abdul Karim menegaskan komitmen Sarawak untuk terus berkolaborasi dengan mitra lokal dan global. “Dari hati kami untuk Anda — dari Borneo ke London —Sarawak Welcomes You,” ucapnya.
Baca Juga : Sarawak Raih Dua Penghargaan Bergengsi di World Travel Market London 2025
Sebagai Gateway to Borneo, Sarawak menawarkan bentang alam seluas lebih dari 120.000 kilometer persegi, mulai dari hutan hujan tertua di dunia, pegunungan tinggi, gua bersejarah, hingga pantai yang tenang. Lebih dari 34 suku etnis hidup berdampingan di wilayah ini, menghadirkan keragaman tradisi, musik, dan kuliner yang memikat.
Kesuksesan Sarawak juga tidak lepas dari kiprah Sarawak Tourism Board (STB) dalam memperkenalkan destinasi ini ke dunia. STB meraih berbagai penghargaan internasional, termasuk Best Adventure Destination, Best Nature Destination, dan Best Music Event Destination dari TripZilla Excellence Awards 2025, serta PATA Gold Award untuk kampanye Gateway to Borneo.
Festival ikonik Rainforest World Music Festival (RWMF) turut memperkuat reputasi Sarawak di dunia. Festival ini diakui oleh Songlines World Music Magazine sebagai salah satu dari 25 festival musik terbaik dunia. Versi digitalnya, Rainforest Virtual Experience, juga memenangkan PATA Gold Award 2022 berkat inovasinya di ranah pariwisata digital.
Dengan fondasi kuat pada keberlanjutan, keaslian, dan inovasi, Sarawak menegaskan dirinya sebagai destinasi kelas dunia yang siap menyambut wisatawan menuju tahun bersejarah Visit Malaysia Year 2026 — di mana selalu ada More to Discover. (ndo)
