BERIKABARNEWS l TEHERAN – Iran dan Oman semakin mendekati kesepakatan mengenai pengelolaan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun, Iran menegaskan pembukaan penuh jalur perdagangan strategis tersebut masih bergantung pada pemenuhan sejumlah syarat oleh Amerika Serikat (AS).
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Teheran dan Muscat tengah memfinalisasi rute pelayaran sementara. Pembahasan mengenai aspek teknis dan hukum untuk rute permanen juga masih berlangsung.
Iran menilai kesepakatan dengan Oman menjadi salah satu langkah penting untuk meredakan konflik regional yang berlangsung sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Selain itu, Teheran meminta kompensasi finansial dari AS atas dampak konflik sebagai bagian dari syarat pembukaan penuh Selat Hormuz.
Baca Juga : Iran Keluarkan Ancaman Terbaru, Infrastruktur Vital Negara Teluk Jadi Sasaran
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Baqer Zolqadr dan Juru Bicara Garda Revolusi Iran Hossein Mohebbi menyebut ada tiga tuntutan utama yang harus dipenuhi Washington.
Pertama, Iran meminta AS menghentikan ancaman dan agresi militer terhadap Iran serta sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak.
Kedua, Teheran menuntut pencabutan sanksi ekonomi serta blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Ketiga, Iran meminta seluruh aset negaranya yang dibekukan segera dicairkan.
Kementerian Luar Negeri Oman menyebut perundingan berjalan positif dan konstruktif. Oman juga meminta seluruh pihak menahan diri agar proses diplomasi tetap berjalan, terutama setelah muncul kembali insiden terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.
Di tengah proses negosiasi, ketegangan di Selat Hormuz belum mereda. Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan kapal tanker yang terafiliasi dengan perusahaan minyak negaranya terkena rudal saat melintasi Selat Hormuz pada Sabtu (8/8/2026).
UKMTO mengonfirmasi kapal tersebut sempat terbakar. Api kemudian berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa maupun laporan pencemaran lingkungan.
Sebelumnya, Iran dilaporkan menargetkan pangkalan militer AS dan kapal yang disebut tidak memiliki izin di Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan AS.
Baca Juga : Israel Serang Lebanon Usai Dua Prajurit Tewas, Negosiasi Damai Tetap Berlanjut
Selat Hormuz menjadi jalur perdagangan energi yang sangat penting karena sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati kawasan tersebut. Gangguan berkepanjangan dapat berdampak terhadap harga energi dan inflasi global.
Pemerintah AS menyatakan siap mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah Teheran secara resmi mengumumkan dan menerapkan kesepakatan yang menjamin kelancaran arus pelayaran komersial.
Sementara itu, sumber diplomatik menyebut rancangan kesepakatan Iran-Oman berpotensi memberikan kewenangan kepada Teheran untuk memeriksa dan mengontrol kapal yang memasuki Teluk.
Klausul tersebut menjadi salah satu kompromi penting dalam perundingan. Washington sebelumnya menolak memberikan kendali penuh kepada Iran atas Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur energi paling strategis di dunia.*
