BERIKABARNEWS l TEXAS – SpaceX kembali mencatat kemajuan dalam pengembangan roket raksasa Starship melalui uji penerbangan ke-13 yang berlangsung dari fasilitas Starbase, Texas, Amerika Serikat, Jumat (24/7/2026) malam waktu setempat. Dalam misi tersebut, Starship berhasil menerbangkan 20 satelit internet Starlink V3 ke ruang suborbital sebelum melakukan pendaratan (splashdown) di Samudra Hindia.
Peluncuran dilakukan sekitar pukul 18.50 waktu setempat. Sebanyak 20 satelit Starlink generasi V3 yang memiliki kapasitas bandwidth dan kecepatan internet lebih tinggi dibawa sebagai bagian dari uji teknologi terbaru SpaceX.
Selama berada di lintasan suborbital, satelit-satelit tersebut sempat terhubung dengan jaringan lebih dari 10.000 satelit SpaceX yang telah mengorbit Bumi. Sesuai skenario pengujian, seluruh satelit kemudian mengikuti lintasan suborbital dan terbakar saat kembali memasuki atmosfer.
Baca Juga : Bermodal PC Bekas Rp2 Juta, Ibrahim Al Abrar Raih Apresiasi NASA Berkat Temuan Celah Keamanan
Misi ini menjadi bagian penting dari pengembangan Starship untuk mendukung sejumlah program jangka panjang SpaceX. Di antaranya memperluas jaringan Starlink agar ponsel dapat terhubung langsung ke satelit pada akhir 2026, mendukung misi pendaratan manusia di Bulan bersama NASA pada 2028, hingga mengorbitkan ribuan satelit untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI).
Selama penerbangan yang berlangsung sekitar satu jam, SpaceX juga menguji peningkatan sistem pelindung panas (heat shield) pada Starship. Saat melintas di sisi gelap Bumi pada ketinggian sekitar 190 kilometer, kamera siaran langsung memperlihatkan pemandangan badai petir di bawah wahana yang disambut antusias para insinyur SpaceX di Hawthorne, California.
Tahap atas Starship yang memiliki tinggi setara gedung 14 lantai berhasil kembali memasuki atmosfer dengan kerusakan minimal. Wahana kemudian menyalakan kembali mesin untuk mengubah posisi menjadi tegak sebelum melakukan splashdown di Samudra Hindia sebagai simulasi pendaratan di darat.
Baca Juga : Meta Bikin Pengguna Quest Makin Betah, Xbox Game Pass Kini Jadi Bagian Horizon+
Meski misi utama berjalan sesuai rencana, pendorong tahap pertama Super Heavy masih mengalami kendala saat proses pendaratan di Teluk Meksiko.
Berdasarkan data siaran langsung SpaceX, lima mesin gagal menyala kembali untuk memperlambat laju pendorong sehingga menghantam permukaan laut dengan kecepatan tinggi. Insiden serupa juga terjadi pada uji coba sebelumnya pada Mei 2026.
“Kami menargetkan pendaratan yang lebih halus, tetapi seperti yang Anda lihat, pendorong turun dengan kecepatan yang masih cukup tinggi,” ujar Juru Bicara SpaceX, Dan Huot.*
Sumber :
Reuters
