BERIKABARNEWS l KAPUAS HULU – Subuh berjamaah di Kapuas Hulu menjadi momentum penuh makna saat Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, hadir langsung di Masjid Darussalam, Minggu (22/2/2026). Dalam suasana fajar yang khidmat, Gubernur melaksanakan salat Subuh bersama masyarakat, dilanjutkan dengan Kuliah Tujuh Menit (Kultum).
Dalam tausiyahnya, Ria Norsan mengajak jamaah memaknai Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi sebagai momentum transformasi diri, baik secara spiritual maupun sosial. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan bulan suci untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian terhadap sesama.
“Bagi yang belum berkesempatan ke tanah suci, kehadiran kita di masjid ini insyaallah bernilai pahala yang menyerupai kunjungan ke Raudhah di Masjid Nabawi,” ujarnya di hadapan jamaah.
Gubernur juga mengingatkan tiga pilar utama yang perlu dijaga selama Ramadan, yakni puasa (siyam) sebagai pembentuk ketahanan fisik dan mental, salat malam (qiyam) untuk menghidupkan malam penuh berkah, serta tadarus Al-Qur’an guna memperdalam pemahaman terhadap kitab suci.
“Jangan sampai doa-doa kita sebelum Ramadan agar disampaikan ke bulan mulia ini menjadi sia-sia. Sekarang kita sudah di sini, mari kita tunaikan komitmen kita kepada Allah,” pesannya.
Selain pesan spiritual, Ria Norsan turut mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan orang tua dan keluarga. Ia menegaskan bahwa Ramadan dan Idulfitri harus menjadi momentum memperbaiki silaturahmi demi meraih ridho Allah SWT.
Baca Juga : Safari Ramadan di Kapuas Hulu, Ria Norsan Ajak Masyarakat Dongkrak IPM dan Kesalehan Sosial
Kegiatan Subuh berjamaah di Kapuas Hulu ini juga menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Kalbar untuk memantau langsung perkembangan pembangunan daerah.
Gubernur menyampaikan bahwa pemerintah terus memonitor kondisi infrastruktur, sosial, dan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.
Ia memastikan bahwa jembatan di wilayah Sejiram kini telah rampung dan sudah dapat difungsikan untuk mendukung mobilitas warga. Infrastruktur tersebut diharapkan semakin memperlancar konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah, jembatan di Sejiram sudah selesai. Kehadiran kami di sini juga untuk melihat langsung apa yang masih perlu ditingkatkan, agar dapat dimasukkan dalam rencana pembangunan tahun 2027 mendatang,” pungkasnya.
Kehadiran Gubernur pada waktu Subuh ini tidak hanya memperkuat pesan moral dan spiritual Ramadan, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyerap aspirasi serta memastikan pembangunan berjalan merata hingga ke wilayah timur Kalimantan Barat.*
Sumber :
MC Kalbar
