BERIKABARNEWS l BANGKOK – Militer Thailand resmi memberlakukan jam malam di Provinsi Narathiwat menyusul eskalasi kekerasan yang melanda wilayah selatan. Langkah ini diambil setelah serangkaian aksi pembakaran dan ledakan bom menyasar fasilitas umum pada akhir pekan lalu.
Satuan Tugas Narathiwat menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memulihkan ketertiban sekaligus menjamin keamanan publik di kawasan perbatasan yang rawan konflik. Warga dilarang meninggalkan rumah mulai pukul 21.00 hingga 05.00 waktu setempat.
Selain pembatasan mobilitas warga, militer meningkatkan pengawasan di pos pemeriksaan sepanjang perbatasan Thailand–Malaysia dan menambah patroli intensif di titik-titik rawan untuk mencegah serangan susulan.
Insiden ini bermula pada Sabtu malam, ketika lima Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Narathiwat menjadi sasaran aksi terkoordinasi.
Baca Juga : Rusia Serang Kyiv dengan Rudal dan Drone, 4 Tewas dan 25 Luka-luka
Para pelaku membakar toko swalayan di area SPBU dan meledakkan bom rakitan dekat pompa bensin, menyebabkan kerusakan signifikan dan seorang petugas polisi terluka saat mengamankan lokasi.
Hingga kini, aparat keamanan tetap siaga penuh untuk mengantisipasi potensi gangguan lebih lanjut.
Pemerintah menekankan pentingnya warga mematuhi jam malam demi keselamatan bersama dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka. (ing)
Sumber :
Xinhua
