Yen Jepang Terpuruk, Pasar Ragukan Kenaikan Suku Bunga BOJ

Ilustrasi - nilai tukar Yen Jepang yang melemah terhadap dolar AS.

BERIKABARNEWS l TOKYO – Nilai tukar Yen Jepang kembali tertekan dan menyentuh level terendah dalam dua minggu terakhir terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (25/2/2026). Pelemahan ini terjadi setelah pemerintah menunjuk dua akademisi pendukung stimulus ekonomi sebagai anggota dewan baru Bank of Japan (BOJ).

Langkah tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar bahwa kenaikan suku bunga BOJ ke depan akan berjalan lebih lambat dari perkiraan. Yen tercatat melemah sekitar 0,35 persen ke level 156,42 per dolar AS.

Penunjukan itu mempertegas arah kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang dikenal menempatkan tokoh “reflasionis” di posisi strategis ekonomi. Kelompok ini umumnya mendukung kebijakan moneter dan fiskal longgar untuk mendorong pertumbuhan, meski berisiko meningkatkan inflasi dan beban utang.

Tekanan terhadap Yen juga diperparah laporan bahwa Takaichi menyampaikan keberatan atas tambahan kenaikan suku bunga saat bertemu Gubernur BOJ Kazuo Ueda pekan lalu. Padahal sejak pertengahan Januari, Yen sempat menguat karena ekspektasi pasar bahwa BOJ akan lebih agresif melawan inflasi.

Di sisi global, dinamika kebijakan perdagangan Amerika Serikat turut memengaruhi pergerakan mata uang. Setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif darurat Presiden Donald Trump, pemerintah AS kembali memberlakukan tarif baru melalui skema Section 122. Kebijakan ini membuka ruang tarif hingga 15 persen, meski memerlukan persetujuan Kongres untuk perpanjangan lebih dari 150 hari.

Baca Juga : Drone Ukraina Serang Stasiun Pipa Druzhba Rusia, Hungaria Bereaksi Keras

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyebut tarif untuk sejumlah negara akan naik menjadi 15 persen dari sebelumnya 10 persen, tanpa merinci negara terdampak. Di tengah ketidakpastian tersebut, ekonomi AS dinilai masih tangguh dengan produktivitas dan laba korporasi yang solid.

Pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan suku bunga global. Federal Reserve diperkirakan menahan suku bunga setidaknya hingga Juni karena inflasi AS yang masih tinggi. Sementara itu, European Central Bank diprediksi mempertahankan suku bunga sepanjang 2026.

Dengan kombinasi kebijakan moneter Jepang yang cenderung longgar dan ketahanan ekonomi AS, pergerakan dolar terhadap Yen diperkirakan masih fluktuatif dalam kisaran tertentu sepanjang tahun ini.*

 

Sumber :

Reuters, CNA

Asap Karhutla Indonesia Tembus Thailand Selatan

BERIKABARNEWS l HAT YAI – Kabut asap akibat...

Kabut asap karhutla Sumatera berdampak pada kualitas udara di Thailand Selatan. (Foto: facebook.com/SouthHazeWatch)

Militer Israel Hancurkan Markas Bawah Tanah Hizbullah di Lebanon Selatan

BERIKABARNEWS l – Militer Israel menghancurkan jaringan terowongan...

Militer Israel menghancurkan markas bawah tanah Hizbullah di Lebanon Selatan. (Foto: x.com/Barong369)

IRGC Iran Sita Kapal Selam Nirawak Milik AS di Selat Hormuz

BERIKABARNEWS l TEHERAN – IRGC Iran sita kapal...

IRGC Iran menyita kapal selam nirawak milik AS di pintu masuk Selat Hormuz. (x.com/MarioNawfal)

USS Abraham Lincoln Tinggalkan Pattaya Usai Lima Hari Bersandar

BERIKABARNEWS l PATTAYA – Kapal induk Angkatan Laut...

USS Abraham Lincoln meninggalkan Pattaya setelah lima hari bersandar di Pelabuhan Laem Chabang, Thailand. (x.com/wuthi11_)

Iran Siap Patuhi Kesepakatan Jeda Konflik, Asalkan AS Penuhi Komitmen

BERIKABARNEWS l TEHERAN – Pemerintah Iran menyatakan siap...

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai di Bishkek, Kirgistan. (Foto: x.com/rtnoticias_br)

AS Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan Iran, Tekanan Ekonomi Diperketat

BERIKABARNEWS l WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat menegaskan...

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan pernyataan terkait kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran. (Foto: instagram.com/karolineleavitt)

berita terkini