Wabah Ebola Meluas di Kasai, WHO Luncurkan Program Vaksinasi

Ilustrasi - WHO memulai vaksinasi Ebola di Kasai, Republik Demokratik Kongo, untuk menangani wabah ke-16 sejak 1976. (unsplash.com/@cdc)

BERIKABARNEWS l KASAI — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa program vaksinasi Ebola telah dimulai di Provinsi Kasai, Republik Demokratik Kongo (DRC). Langkah ini dilakukan untuk menanggulangi wabah Ebola ke-16 di negara tersebut sejak 1976, di tengah peringatan bahwa pengendalian wabah ini akan menjadi tantangan besar.

Vaksinasi Menargetkan Tenaga Medis dan Kontak Erat

Dalam pernyataan resmi pada Minggu (8/9), WHO menyebut vaksinasi difokuskan pada tenaga kesehatan garis depan dan kontak dari kasus terkonfirmasi. Sebanyak 400 dosis vaksin Ervebo, yang efektif melawan strain Zaire ebolavirus penyebab wabah saat ini, telah tiba di Bulape sebagai pusat wabah. Sebanyak 45.000 dosis tambahan dijadwalkan tiba dalam beberapa hari mendatang.

Pemerintah DRC sebelumnya mengonfirmasi wabah Ebola baru pada 4 September 2025. WHO mencatat bahwa wilayah Kasai juga pernah mengalami wabah Ebola pada 2007 dan 2008.

Baca Juga : Rumah Sakit KPJ Kuching Pecahkan Rekor, Sukses Operasi Lutut 1.111 Pasien Gunakan Robot

Wabah Disebabkan Strain Zaire yang Paling Mematikan

Direktur Jenderal Africa CDC, Jean Kaseya, menyebut wabah ini sangat mengkhawatirkan. Dalam wawancara dengan TV5 Monde pada 5 September, Kaseya mengatakan strain Zaire merupakan jenis Ebola “paling virulen dan mematikan”, serta menyoroti risiko penyebaran lintas perbatasan karena kedekatan Kasai dengan negara tetangga.

Penasihat utama Africa CDC, Ngashi Ngongo, menyebut dalam briefing pada 11 September bahwa telah dilaporkan 68 kasus suspek, termasuk 20 kasus terkonfirmasi dan 16 kematian. Kasus suspek kini menyebar ke empat zona kesehatan, meningkat dari dua zona saat awal wabah.

Risiko Penyebaran Meningkat hingga Perbatasan Angola

Ngongo menambahkan bahwa Bulape berbatasan langsung dengan Sankuru yang memiliki infrastruktur kesehatan rapuh, sehingga berpotensi memperburuk risiko penyebaran. Pusat wabah terletak dekat Tshikapa, ibu kota Kasai, sekitar 100–200 km dari perbatasan Angola. Mobilitas tinggi antara Bulape dan Tshikapa dikhawatirkan memperluas penyebaran virus.

Pejabat WHO Regional Afrika Patrick Otim menyebut pada 12 September bahwa jumlah kasus terkonfirmasi telah meningkat menjadi 25, bahkan ada kasus baru hingga 70 km dari Bulape. Ia menegaskan wabah masih dapat dikendalikan jika langkah-langkah ketat diterapkan dalam dua minggu ke depan, meski mengakui hal itu “tidak mudah”.

Risiko Tinggi di Tingkat Nasional, Rendah di Global

WHO saat ini menilai risiko wabah sebagai tinggi di tingkat nasional, sedang di tingkat regional, dan rendah di tingkat global. Rantai penularan dan sumber infeksi masih dalam penelitian epidemiologis.

DRC terakhir kali menyatakan berakhirnya wabah Ebola pada September 2022 di North Kivu, yang secara genetik terkait dengan wabah besar 2018–2020 di North Kivu dan Ituri yang menewaskan hampir 2.300 orang.

Tentang Penyakit Ebola

Ebola pertama kali muncul pada 1976 di Nzara (kini Sudan Selatan) dan Yambuku (kini bagian DRC). Penyakit ini dinamai dari Sungai Ebola, dekat lokasi wabah pertama.

Ebola adalah penyakit demam berdarah yang sangat menular, menimbulkan gejala seperti demam tinggi, muntah, diare, nyeri otot, kelelahan, hingga perdarahan internal dan eksternal, dengan tingkat kematian tinggi jika tidak segera ditangani. *

 

Sumber : Chinadaily.com.cn

Peringati HUT ke-38, Normah Medical Specialist Centre Luncurkan Promo Medical Check Up

BERIKABARNEWS l KUCHING – Dalam rangka memperingati hari...

Normah Medical Specialist Centre meluncurkan promo medical check up dengan diskon RM38 selama Agustus 2026 dalam rangka peringatan HUT ke-38.

Jangan Salah Pilih, Kenali Jenis Gigi Palsu dan Cara Merawatnya agar Tetap Awet

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kehilangan gigi dapat terjadi...

Dokter Gigi RSUD SSMA Pontianak memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai jenis gigi palsu dan cara perawatannya agar tetap bersih dan tahan lama.

Dinkes Kalbar Gandeng UM Pontianak Perkuat Ekosistem Kesehatan Daerah

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Dalam upaya menjawab tantangan...

Penandatanganan kerja sama Dinkes Kalbar dan UM Pontianak untuk memperkuat ekosistem kesehatan daerah.

Timberland Medical Centre Kuching Siap Jemput Pasien Kalbar dari PLBN

BERIKABARNEWS l KUCHING – Timberland Medical Centre memperkuat...

Timberland Medical Centre di Kuching, Sarawak, yang menyediakan layanan jemput pasien Kalimantan Barat dari PLBN untuk wisata medis.

Demam Turun Bukan Berarti Sembuh, Waspadai Fase Kritis Dengue

BERIKABARNEWS l – Banyak masyarakat menganggap demam yang...

Nyamuk Aedes aegypti penyebab penyakit dengue atau demam berdarah dengue (DBD).

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Ebola, Faskes Diminta Perkuat Kesiapsiagaan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta...

Ilustrasi virus Ebola - antisipasi penyebaran penyakit infeksi emerging di Indonesia.

berita terkini