BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Suasana khidmat mewarnai Aula Hotel Orchardz Gajahmada Pontianak, Jumat (13/2/2026), saat Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menghadiri pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kalimantan Barat masa bakti 2026–2031.
Pengukuhan dilakukan oleh Ketua DPP PKB Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif, Chusnunia Chalim, yang secara resmi melantik Mulyadi Tawik sebagai Ketua DPW PKB Kalbar beserta jajaran pengurus baru.
Dalam sambutannya, Wagub Krisantus mengibaratkan Kalimantan Barat sebagai taman bunga yang indah karena keberagaman warna. Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui persatuan seluruh elemen masyarakat tanpa sekat perbedaan.
“Kalimantan Barat ini ibarat taman bunga yang indah karena warna-warni. Tidak bisa hanya satu warna yang membangun daerah ini, kita harus bersatu padu dengan seluruh potensi yang ada,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh partai politik untuk meninggalkan dikotomi “pendatang” dan “asli”. Menurutnya, semua yang tinggal di Bumi Tanpula memiliki kedudukan yang setara sebagai warga Kalimantan Barat.
“Perbedaan adalah anugerah Tuhan. Partai politik adalah kendaraan perjuangan, dan Kalbar adalah rumah besar bagi kita semua,” tambahnya.
Kepada pengurus yang baru dilantik, Wagub berpesan agar kepengurusan tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu menghadirkan kerja nyata hingga tingkat dusun.
“Saya berharap pengurus PKB benar-benar produktif membesarkan partai. Jangan hanya nama tercantum dalam SK, tetapi harus ada konsolidasi nyata sampai ke dusun-dusun,” tegasnya.
Baca Juga : Resmikan Selayar Kopitiam, Wagub Krisantus Dorong UMKM dan Rantai Ekonomi Kopi Kalbar
Tren Positif PKB di Kalbar
Ketua DPW PKB Kalbar, Mulyadi Tawik, menyampaikan bahwa partainya tengah menunjukkan tren pertumbuhan signifikan. Dari sebelumnya tanpa kursi di legislatif, kini PKB memiliki 5 kursi di DPRD Provinsi dan 39 kursi di DPRD kabupaten/kota, dengan total 45 kursi.
Ia menegaskan, kekuatan tersebut menjadi modal awal untuk memperbesar peran PKB di Kalbar, tidak hanya dalam politik elektoral tetapi juga dalam memperjuangkan potensi sumber daya alam daerah seperti sawit dan bauksit agar manfaatnya dirasakan masyarakat.
Senada dengan itu, Chusnunia Chalim menekankan bahwa pengukuhan kepengurusan merupakan titik awal perjuangan untuk memperkuat fungsi partai sebagai penyambung aspirasi rakyat.
Menurutnya, partai politik harus mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjawab persoalan masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi.
Acara pengukuhan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, menandai semangat baru kolaborasi antara partai politik dan pemerintah daerah demi kemajuan Kalimantan Barat.*
Sumber :
MC Kalbar
