BERIKABARNEWS l MEMPAWAH – Revitalisasi satuan pendidikan tidak sekadar membangun gedung baru, tetapi menghadirkan ruang belajar yang aman, sehat, dan bermartabat. Komitmen itu ditegaskan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, saat kunjungan kerja ke Kabupaten Bengkayang dan Mempawah, 12–13 Februari 2026.
Kunjungan ini bertujuan memastikan anggaran negara benar-benar berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Dalam agenda tersebut, Wamendikdasmen mengunjungi SMP Negeri 1 Anjongan, SMP Negeri 3 Teriak, dan SD Negeri 3 Jongkat. Ia tidak hanya mengecek progres fisik bangunan, tetapi juga berdialog dengan siswa, meninjau penggunaan papan interaktif digital (Interactive Flat Panel/IFP), serta memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Revitalisasi bukan hanya soal bangunan, tetapi memberi ruang belajar yang nyaman dan mendukung budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah),” ujarnya saat berinteraksi dengan siswa.
SMPN 1 Anjongan yang berdiri sejak 1969 baru pertama kali menerima bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Pembaruan menyentuh aspek sanitasi, UKS, hingga digitalisasi pembelajaran melalui perangkat IFP.
Kepala sekolah, Edy Supardi, menyebut penggunaan papan digital sejak November lalu meningkatkan antusiasme belajar siswa. Sekolah juga mengintensifkan bimbingan belajar untuk persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Baca Juga : Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq Kunjungi Kalbar, Tegaskan Perbatasan Wajah Pendidikan Indonesia
Di Bengkayang, revitalisasi di SMPN 3 Teriak menghadirkan rumah dinas guru dan laboratorium IPA baru. Fasilitas ini membantu para pendidik yang tinggal jauh dari sekolah agar dapat mengajar dengan optimal.
“Rumah dinas ini adalah bentuk dukungan negara bagi guru di daerah,” kata Fajar.
Sementara di SDN 3 Jongkat, budaya ASRI telah diterapkan melalui kerja bakti rutin, senam pagi, dan kegiatan literasi. Guru kelas VI, Rima, mengungkapkan perubahan positif pada kedisiplinan dan kepedulian siswa terhadap kebersihan sekolah.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari evaluasi dan penyusunan prioritas revitalisasi berbasis kebutuhan riil di lapangan. Pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur pendidikan berjalan selaras dengan penguatan karakter dan inovasi teknologi, demi mencetak generasi unggul dan berdaya saing.*
Sumber :
Kemendikdasmen
