BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sebanyak 60 relawan Duta Sanitasi Kota Pontianak dikukuhkan untuk membantu mengedukasi masyarakat mengenai pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T).
Para relawan tersebut mayoritas berasal dari kader PKK, kader posyandu, dan masyarakat yang aktif di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan informasi tentang pentingnya sanitasi.
Duta Sanitasi Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie mengatakan, keberadaan relawan penting untuk membantu masyarakat memahami manfaat SPALD-T, termasuk cara menggunakan dan merawat fasilitas sanitasi yang dibangun.
“Kader-kader PKK, kader posyandu, dan masyarakat menjadi relawan duta sanitasi karena kami mempunyai amanah baru untuk mengedukasi masyarakat,” ujar Yanieta usai Kick-off Pembangunan SPALD-T Kota Pontianak di Hotel Ibis, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga : Pembangunan SPALD-T Pontianak Masuk Tahap Konstruksi, Target 15 Ribu Sambungan
Menurut Yanieta, pembangunan SPALD-T tidak hanya menyangkut jaringan pipa dan instalasi pengolahan air limbah. Keberhasilan program tersebut juga membutuhkan perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat.
Karena itu, edukasi sanitasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar warga memahami cara menggunakan sekaligus menjaga fasilitas yang tersedia.
“Kita ingin mengubah perilaku dan pola pikir masyarakat, sehingga masyarakat tahu bagaimana sanitasi yang baik, serta bisa memanfaatkan dan memelihara sanitasi tersebut,” katanya.
Yanieta yang juga Ketua TP PKK Kota Pontianak menilai kader PKK memiliki posisi strategis karena jaringan organisasinya menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah.
Para kader yang menjadi relawan Duta Sanitasi diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi sanitasi kepada keluarga dan warga di lingkungan masing-masing.
Baca Juga : Komisi II DPRD Pontianak Tinjau CCTV dan Layanan Smart City di Diskominfo
Yanieta berharap relawan dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat selama pembangunan SPALD-T berlangsung. Pemahaman yang baik dinilai penting agar masyarakat tidak salah memahami proses pekerjaan di lapangan dan ikut menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, sanitasi yang baik berpengaruh terhadap kesehatan keluarga, kualitas lingkungan permukiman, dan kenyamanan masyarakat.
Karena itu, peran relawan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengajak masyarakat membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat.
“Harapannya relawan duta sanitasi ini bisa menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya.*
