Banjir dan Longsor di Sumatera, Hampir 500 Ribu Warga Mengungsi

Evakuasi dan pencarian korban banjir bandang Korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi Sumatera terus dilakukan. (x.com/NafisaArik53559)

BERIKABARNEWS l – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan dampak banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Hingga saat ini, total korban jiwa dan warga terdampak tercatat mencapai 1.135 orang, sementara jumlah pengungsi melonjak tajam mendekati 500 ribu jiwa.

Bencana hidrometeorologi basah tersebut dipicu curah hujan ekstrem yang mengguyur hampir seluruh wilayah Sumatera dalam beberapa pekan terakhir. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sungai meluap, memicu longsor di daerah perbukitan, serta merusak infrastruktur vital yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Data BNPB menunjukkan sebanyak 489.231 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke posko-posko darurat. Kondisi ini memunculkan krisis kemanusiaan di sejumlah lokasi pengungsian, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar dan layanan kesehatan.

Tim gabungan dari pusat hingga daerah kini memfokuskan upaya pada distribusi logistik, penyediaan air bersih, obat-obatan, perlengkapan bayi, serta kebutuhan sandang bagi para pengungsi.

Dampak banjir dan longsor tercatat meluas di beberapa provinsi. Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari rumah warga yang terendam dan hanyut, hingga terputusnya akses jalan lintas akibat longsoran tanah.

Baca Juga : Penertiban Kawasan Hutan, Negara Kuasai Kembali 4 Juta Hektare Lahan

BNPB terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk mempercepat pendataan dan evakuasi warga yang masih terisolasi. Medan sulit dan cuaca yang belum stabil menjadi tantangan utama bagi tim SAR di lapangan.

Menghadapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan, khususnya di bantaran sungai dan lereng perbukitan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan tinggi diperkirakan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah hingga akhir tahun.

BNPB meminta warga segera mengikuti arahan petugas dan mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila debit air terus meningkat atau muncul tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar permukiman.

Pemerintah juga telah menetapkan status tanggap darurat di beberapa daerah terdampak paling parah guna mempercepat mobilisasi bantuan dan penanganan di lapangan. *

 

Sumber :

InfoPublik.id

Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Tutup Usia

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kabar duka menyelimuti tanah...

Potret Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno.

KBRI Riyadh Imbau WNI Waspada Usai Eskalasi Iran

BERIKABARNEWS l RIYADH – Kedutaan Besar Republik Indonesia...

Asap hitam membubung di langit Teheran setelah serangan rudal dan udara oleh pasukan AS dan Israel di kawasan Iran.

KPK Tahan Pejabat Bea Cukai, Rp5,19 Miliar Disita dalam Koper

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Praktik gelap pengaturan jalur...

Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang Rp5,19 miliar dalam koper hasil penggeledahan kasus korupsi Bea Cukai.

Gagal Ekspor ke India, 90,2 Ton Kratom Asal Pontianak Disita di Tanjung Emas

BERIKABARNEWS l SEMARANG – Upaya ekspor ilegal 90,2...

Petugas Bea Cukai bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menunjukkan karung berisi 90,2 ton kratom asal Pontianak yang disita di TPP Tanjung Emas Semarang.

BGN Klarifikasi Insentif dan Laba Mitra Program MBG

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Belakangan ini, muncul narasi...

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya memberikan keterangan terkait Program Makan Bergizi Gratis.

Awas! Situs Skillhub Palsu Intai Pendaftar Pelatihan Vokasi

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Antusiasme masyarakat terhadap pembukaan...

Ilustrasi - Peringatan resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan terkait maraknya situs Skillhub palsu yang berpotensi melakukan phishing dan pencurian data.

berita terkini