Remaja 14 Tahun Hilang Diterkam Buaya di Sungai Kelai

Ilustrasi - Tim SAR gabungan menyisir Sungai Kelai, Pulau Bruit, Daro, dalam pencarian remaja 14 tahun yang diterkam buaya. (freepik.com/vladimircech)

BERIKABARNEWS l DARO – Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terus dilakukan untuk menemukan seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun yang dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya di dermaga Sungai Kelai, dekat Rumah Panjang Jingga, Pulau Bruit, Daro. Hingga kini, keberadaan korban masih belum diketahui meski upaya pencarian telah dilakukan secara intensif.

Korban diketahui bernama Agustine Fernando Nyalong. Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah menjaring udang bersama empat rekannya di tepi sungai. Berdasarkan keterangan saksi, seekor buaya tiba-tiba muncul dari dalam air dan langsung menyambar korban sebelum menyeretnya ke tengah Sungai Kelai.

Melihat kejadian itu, rekan-rekan korban yang panik segera berlari kembali ke pemukiman untuk meminta pertolongan. Warga sekitar sempat melakukan pencarian awal di lokasi kejadian sebelum akhirnya melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak berwenang guna mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Kepala Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Bomba) Sibu Zona 4, Andy Alie, mengatakan operasi SAR dilanjutkan sejak pagi hari dengan memperluas area pencarian. Tim gabungan menyisir aliran sungai dan pesisir dengan radius hingga tiga kilometer di sepanjang Sungai Paloh.

Namun, hingga pencarian dihentikan sementara pada pukul 15.00 waktu setempat, korban belum berhasil ditemukan. Pihak berwenang juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak mendekati area sungai selama proses pencarian berlangsung demi menghindari risiko serangan buaya.

Baca Juga : Najib Razak Minta Publik Tetap Tenang Usai Vonis 1MDB

Operasi kemanusiaan ini melibatkan sinergi berbagai instansi, mulai dari Pemadam Kebakaran, Kepolisian, Pertahanan Sipil, Sarawak Forestry Corporation, River Board, hingga puluhan warga desa.

Tim pencari menggunakan perahu serta peralatan pendukung untuk menjangkau area perairan yang sulit diakses.

Pihak Bomba menegaskan seluruh sumber daya yang tersedia telah dikerahkan secara maksimal untuk menemukan korban. Masyarakat juga diingatkan agar meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, khususnya di wilayah yang diketahui menjadi habitat buaya. *

 

Sumber :

BorneoPost

Batik Air Resmikan Rute Kuching-Guangzhou

BERIKABARNEWS l KUCHING – Maskapai Batik Air resmi...

Peluncuran rute internasional Batik Air Kuching–Guangzhou di Bandara Kuching.

Rainforest World Music Festival 2026 Siap Guncang Sarawak Juni Mendatang

BERIKABARNEWS l KUCHING – Festival musik dunia bergengsi,...

Abdul Karim Rahman Hamzah, Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, meresmikan peluncuran Rainforest World Music Festival 2026.

64 WNA Diamankan dalam Razia Imigrasi di Kuching

BERIKABARNEWS l KUCHING – Departemen Imigrasi Malaysia (JIM)...

Warga negara asing (WNA) terjaring razia Imigrasi di Kuching, Sarawak.

Jelang Idul Fitri, Sarawak Deportasi 136 Pekerja Indonesia

BERIKABARNEWS l ENTIKONG – Arus pemulangan Pekerja Migran...

Ratusan pekerja migran Indonesia dipulangkan dari Malaysia melalui PLBN Entikong.

Empat WNI Terluka Usai Tabrak Pembatas Jalan di Kuching

BERIKABARNEWS l KUCHING – Kecelakaan lalu lintas yang...

Mobil yang membawa empat WNI ringsek setelah menabrak pembatas jalan di kawasan Kuching, Sarawak, Malaysia.

Terlibat Prostitusi, WNI di Kuching Didenda RM 6000

BERIKABARNEWS l KUCHING – Upaya mencari penghidupan di...

WNI dijatuhi denda RM6.000 terkait kasus prostitusi dan penyalahgunaan visa, di Kuching, Sarawak.

berita terkini