BERIKABARNEWS l – Sejarah tercipta di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) setelah empat awak SpaceX Crew-11 menjalani evakuasi medis darurat untuk pertama kalinya. Kapsul yang membawa para astronot mendarat dengan aman di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, Kamis (15/1/2026) pukul 00.41 waktu setempat (08.41 GMT).
Misi yang seharusnya berlangsung hingga Februari terpaksa dipangkas demi keselamatan kru. Evakuasi ini melibatkan astronot Amerika Mike Fincke dan Zena Cardman, kosmonot Rusia Oleg Platonov, serta astronot Jepang Kimiya Yui.
NASA memilih merahasiakan detail medis demi privasi kru, namun menegaskan pemulangan dini merupakan langkah preventif yang terukur.
“Keputusan ini diambil untuk memungkinkan evaluasi medis yang tepat di darat, dengan seluruh fasilitas diagnostik tersedia,” tulis Mike Fincke melalui media sosialnya, sekaligus memastikan seluruh awak dalam kondisi stabil.
Kepala Petugas Kesehatan NASA, James Polk, menjelaskan bahwa adanya risiko yang belum terjawab dan pertanyaan medis yang perlu ditindaklanjuti menjadi alasan utama pemulangan lebih awal. Meskipun ini adalah evakuasi medis pertama sejak ISS dihuni tahun 2000, NASA memuji kesiapan para astronot menghadapi situasi tak terduga, menegaskan protokol darurat stasiun berjalan efektif.
Baca Juga : Masalah Medis di Orbit, NASA Tarik Pulang Kru ISS Lebih Awal
Pasca kepulangan Crew-11, ISS kini hanya dihuni tiga awak dari Ekspedisi 74: Christopher Williams (NASA, AS), Sergey Kud-Sverchkov (Roscosmos, Rusia) sebagai komandan, dan Sergei Mikaev (Roscosmos, Rusia).
Beberapa aktivitas luar angkasa yang dijadwalkan Januari 2026, termasuk spacewalk, terpaksa ditunda atau dialihkan.
Untuk mengembalikan kapasitas kru ISS ke tingkat normal, NASA telah menjadwalkan peluncuran misi Crew-12 pada 15 Februari 2026. Empat astronot baru akan melanjutkan penelitian ilmiah serta persiapan misi jangka panjang ke Bulan dan Mars. (ing)
Sumber :
AFP
