BERIKABARNEWS l – Meta Platforms resmi meluncurkan Meta Business Agent, teknologi kecerdasan buatan (AI) terbaru yang dirancang untuk membantu pelaku usaha menjalankan operasional bisnis secara otomatis dan lebih efisien.
Peluncuran dilakukan dalam ajang Conversations di London sebagai bagian dari strategi Meta memperkuat persaingan di industri AI enterprise melawan OpenAI, Google, hingga Anthropic.
Berbeda dari chatbot biasa, Meta Business Agent hadir dengan kemampuan “agentic AI” yang memungkinkan sistem mengambil tindakan langsung atas nama perusahaan. Teknologi ini dapat mengatur jadwal, memproses booking, melayani pelanggan, hingga membantu menyelesaikan transaksi penjualan.
Meta menjelaskan AI tersebut mampu menyesuaikan gaya komunikasi perusahaan sehingga interaksi dengan pelanggan terasa lebih natural. Selain itu, AI juga dapat menyaring calon pelanggan potensial sebelum diteruskan ke staf manusia serta mengalihkan persoalan kompleks ke tim layanan pelanggan.
Baca Juga : Meta Luncurkan Paket Premium untuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp
Head of Product Meta, Naomi Gleit, mengatakan kehadiran teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi usaha, terutama bagi pelaku UMKM yang membutuhkan layanan otomatis namun tetap efektif.
“AI tidak hanya sekadar bot otomatis, tetapi mampu menjalankan tugas bisnis secara langsung seperti memproses pembayaran, booking, hingga pesanan pelanggan,” ujar Naomi.
Saat ini, lebih dari satu juta bisnis telah menggunakan layanan chatbot Meta melalui WhatsApp dan Messenger. Ke depan, Meta Business Agent juga akan diperluas ke Instagram dan tersedia secara global.
Meta turut memperkenalkan Business Agent Platform, sebuah platform yang memungkinkan perusahaan membangun agen AI kustom dan mengintegrasikannya dengan layanan pihak ketiga seperti Shopify, Zendesk, hingga Shopee.
Baca Juga : Timur Tengah Memanas, Rudal Iran ke Bahrain dan Kuwait Dicegat AS
Untuk mendukung implementasi teknologi tersebut, Meta membentuk tim Enterprise Solutions yang berisi insinyur khusus guna membantu perusahaan mengembangkan sistem AI sesuai kebutuhan bisnis masing-masing.
Meski penggunaan AI dalam bisnis memunculkan kekhawatiran terkait keamanan data, Meta memastikan sistem mereka tetap aman. Naomi Gleit menegaskan isu keamanan yang sempat ramai dibicarakan sebelumnya bukan berasal dari AI Meta, melainkan bug pada sistem teknis terpisah.
Meta optimistis teknologi AI akan menjadi solusi untuk membuat operasional bisnis lebih cepat, praktis, dan terintegrasi dalam satu ekosistem digital.*
Sumber :
Reuters
