BERIKABARNEWS l KUCHING – Penantian warga Bau dan sekitarnya terhadap fasilitas perbatasan yang representatif segera terjawab. Pintu perbatasan Serikin ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2028 mendatang.
Kepastian itu disampaikan Wakil Menteri Transportasi Sungai dan Laut Sarawak, Dato Henry Harry Jinep. Ia menyebut pembangunan proyek strategis tersebut telah diperkuat dengan alokasi dana sebesar RM50 juta yang disetujui pemerintah federal.
Saat ini, proses konstruksi sudah memasuki tahap awal. Kontraktor pelaksana dilaporkan telah berada di lokasi dan mulai mengerjakan proyek tanpa hambatan berarti.
“Kontraktor sudah bisa masuk ke lokasi dan warga desa sangat menyambut baik proyek ini. Terutama bagi masyarakat di Bau, ini adalah proyek yang sudah kita tunggu terlalu lama,” ujarnya di Kuching, Selasa (17/2/2026).
Keberadaan pintu perbatasan Serikin diyakini akan membawa dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah perbatasan. Dengan fasilitas modern, kawasan Serikin diproyeksikan menjadi titik transit utama arus orang dan barang menuju Sarawak.
Baca Juga : KJRI Kuching Pulangkan Dua Jenazah Pekerja Indonesia
Untuk mendukung konektivitas, pemerintah juga mengusulkan pembangunan jalan raya sepanjang 22 kilometer yang menghubungkan Bau langsung ke perbatasan Serikin. Infrastruktur ini diharapkan memperlancar mobilitas sekaligus mendorong geliat ekonomi lokal.
“Pintu perbatasan Serikin akan menjadikan kota ini sebagai hub transit ke Sarawak. Akses yang lebih baik melalui jalan raya baru akan memberikan dampak positif yang besar,” tambahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Henry saat menghadiri kunjungan Tahun Baru Imlek di kediaman pengusaha lokal Dato Roger Chan Siong Boh. Momentum itu sekaligus dimanfaatkan untuk mempererat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendukung pembangunan Sarawak.
Dengan target operasional pada 2028, pintu perbatasan Serikin diharapkan menjadi pintu gerbang baru yang lebih kompetitif dan memperkuat perdagangan lintas batas di kawasan Bau dan sekitarnya. (ndo)
