Gubernur Ria Norsan Tegaskan Komitmen Transparansi Usai Terima Laporan BPKP

Gubernur Ria Norsan menerima Laporan Eksekutif Daerah Semester II 2025 dari BPKP Kalbar di Ruang Kerja Gubernur.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat transparansi dan akuntabilitas keuangan. Jumat (27/2/2026), Gubernur Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H. secara resmi menerima Laporan Eksekutif Daerah Semester II Tahun 2025 dari Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalbar, bertempat di Ruang Kerja Gubernur.

Laporan ini menjadi cerminan penting arah kebijakan pemerintah daerah di tahun 2026. Salah satu sorotan utama adalah identifikasi potensi penyelamatan keuangan negara dan daerah yang mencapai Rp367,68 miliar, menunjukkan upaya nyata Pemprov Kalbar dalam pengelolaan keuangan yang lebih efektif dan akuntabel.

Selain aspek keuangan, BPKP juga memberikan catatan kritis terkait sektor ketahanan pangan, menyoroti fenomena yang disebut “ilusi surplus” pangan di Kalimantan Barat.

Gubernur Ria Norsan menekankan, “Analisis ini menjadi dasar bagi perbaikan kebijakan pangan agar ketahanan pangan di 2026 benar-benar kokoh dan berdampak langsung bagi masyarakat.”

Hasil pengawasan BPKP juga mencakup rekomendasi praktis untuk optimalisasi penerimaan daerah, efisiensi belanja, dan manajemen risiko. Pemprov Kalbar didorong untuk menggali potensi pendapatan secara maksimal, memastikan setiap rupiah belanja memiliki nilai manfaat tinggi, serta merencanakan anggaran lebih terarah dan minim kebocoran.

Baca Juga : Perkuat Ketahanan Energi, Pemprov Kalbar Jalin Kerja Sama Strategis dengan Rosatom Rusia

Gubernur Ria Norsan memberikan apresiasi tinggi atas rekomendasi yang disampaikan.

Ia menegaskan, “Tentu dari rekomendasi ini, kami akan segera melakukan langkah-langkah perbaikan.” Pernyataan ini sejalan dengan komitmen Pemprov Kalbar untuk memastikan setiap kebijakan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.

Laporan eksekutif BPKP menjadi instrumen penting bagi tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan efektif. Dengan sinergi antara Pemprov Kalbar dan BPKP, diharapkan manajemen keuangan daerah semakin sehat, efisien, dan mampu menyelamatkan lebih banyak aset negara untuk pembangunan yang lebih merata di seluruh Kalbar.*

Tiba di Tanah Air, Gubernur Ria Norsan Sambut Jemaah Haji Kalbar di Batam

BERIKABARNEWS l BATAM – Gubernur Kalimantan Barat, Ria...

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyambut kedatangan kloter pertama jemaah haji Kalbar di Asrama Haji Embarkasi Batam.

Wagub Krisantus Dorong Strategi Baru Genjot PAD Lewat SIKADA

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan memimpin FGD SIKADA untuk membahas strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Pontianak.

Gubernur Ria Norsan Ungkap Pendapatan APBD Kalbar 2025 Melebihi Target

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria...

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan laporan pertanggungjawaban APBD 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kalbar di Pontianak.

Pemprov Kalbar Gandeng AMSI Tingkatkan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Sekda Kalbar Harisson membuka kegiatan sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan AMSI Kalbar untuk meningkatkan kepesertaan jaminan sosial pekerja.

Gubernur Ria Norsan Lepas Kontingen Pesparawi Nasional XIV, Siap Harumkan Nama Daerah di Papua Barat

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria...

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan melepas Kontingen Pesparawi Kalbar yang akan mengikuti Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Papua Barat.

Gubernur Ria Norsan Tinjau PLB Temajuk, Perbatasan Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru

BERIKABARNEWS l TEMAJUK – Kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia di...

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau kesiapan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kabupaten Sambas menjelang reaktivasi 2026.

berita terkini