BERIKABARNEWS l SEOUL – Perselisihan hukum di industri K-pop kembali memanas. Agensi ADORE resmi menggugat salah satu member Danielle serta mantan CEO Min Hee Jin dengan tuntutan ganti rugi senilai 43 miliar won atau sekitar Rp500 miliar.
Gugatan tersebut muncul setelah Danielle mengirimkan pemberitahuan pemutusan kontrak eksklusif kepada agensi. Langkah itu memicu respons hukum dari ADORE yang menilai keputusan tersebut berdampak pada aktivitas grup K-pop NewJeans.
Berdasarkan informasi dari komunitas hukum pada Minggu (8/3/2026), Seoul Central District Court melalui Divisi Perjanjian Sipil ke-31 telah menjadwalkan sidang persiapan pertama kasus tersebut pada 26 Maret 2026 pukul 10.00 waktu setempat.
Persidangan itu akan dipimpin oleh Hakim Ketua Nam In Su. Divisi yang sama sebelumnya pernah menangani sengketa hukum antara Min Hee Jin dan perusahaan induk ADORE, yaitu HYBE.
Dalam gugatan tersebut, ADORE tidak hanya menuntut Danielle secara personal. Agensi juga menyeret salah satu anggota keluarga Danielle serta Min Hee Jin sebagai pihak yang dianggap turut bertanggung jawab atas keputusan sang idola meninggalkan grup.
Baca Juga : J-Hope BTS Rayakan Ulang Tahun dengan Aksi Kemanusiaan
ADORE menilai tindakan tersebut menyebabkan terganggunya rencana aktivitas grup, termasuk potensi tertundanya comeback NewJeans. Nilai tuntutan yang diajukan mencapai 43 miliar won, menjadikannya salah satu sengketa kontrak terbesar di industri K-pop.
Kasus ini semakin menarik perhatian publik karena sebelumnya Min Hee Jin memenangkan gugatan tingkat pertama terhadap HYBE terkait pembayaran harga pembelian saham.
Dalam putusan pada 12 Februari lalu, pengadilan menyatakan tidak ada pelanggaran kontrak signifikan yang dilakukan Min Hee Jin dalam perjanjian pemegang saham. Pengadilan kemudian memerintahkan HYBE untuk membayar 25,5 miliar won kepada Min Hee Jin, serta kompensasi tambahan kepada dua mantan eksekutif perusahaan.
Meski demikian, HYBE telah menyatakan keberatan atas putusan tersebut dan mengajukan banding.*
Sumber :
News1
