BERIKABARNEWS l – OpenAI resmi memperluas kiprahnya ke sektor pertahanan Amerika Serikat setelah mendapatkan kontrak penyediaan teknologi kecerdasan buatan bagi pemerintah AS. Kesepakatan ini dilakukan melalui layanan cloud Amazon Web Services (AWS) dan diumumkan pada Selasa (17/3/2026).
Melalui kerja sama ini, OpenAI akan menyediakan akses model AI untuk berbagai kebutuhan strategis, termasuk proyek bersifat rahasia maupun non-rahasia yang mendukung operasional Pentagon.
Kontrak ini sekaligus menandai pergeseran besar dalam peta persaingan AI militer AS. Sebelumnya, posisi tersebut dipegang oleh Anthropic yang memperoleh kontrak senilai 200 juta dolar AS pada Juli 2025.
Namun kerja sama itu berakhir pada Februari 2026 setelah Anthropic menolak penggunaan AI tanpa batasan untuk kepentingan militer, termasuk isu senjata otonom dan pengawasan domestik.
Penolakan tersebut membuat Pentagon menghentikan kerja sama dan membuka peluang bagi OpenAI untuk masuk menggantikan posisi tersebut.
Baca Juga : Nscale Kantongi $2 Miliar, Valuasi Tembus $14,6 Miliar untuk Ekspansi AI
Kemitraan dengan AWS menjadi faktor kunci dalam kesepakatan ini. Infrastruktur cloud Amazon yang telah terintegrasi dengan sistem federal memungkinkan OpenAI menyediakan teknologi AI untuk kebutuhan keamanan nasional dengan standar tinggi, termasuk proyek-proyek sensitif.
Langkah ini juga sejalan dengan perubahan strategi OpenAI yang kini lebih fleksibel dalam menjalin kemitraan, termasuk membuka kerja sama lintas penyedia cloud demi memperluas jangkauan pasar, khususnya di sektor pemerintahan.
Keberhasilan meraih kontrak dari Pentagon dinilai tidak hanya berdampak secara finansial, tetapi juga memperkuat reputasi OpenAI di tingkat global.
Keterlibatan dalam proyek pertahanan berisiko tinggi menjadi indikator keandalan teknologi, sekaligus meningkatkan kepercayaan dari klien korporasi besar yang membutuhkan solusi AI dengan standar keamanan tinggi.*
Sumber :
Reuters
