Obesitas Meningkat, PERKENI Kalbar Dorong Perubahan Gaya Hidup Sehat

Para pengurus Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Cabang Kalbar masa bakti 2026-2027.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kasus obesitas di Indonesia terus meningkat dan menjadi perhatian serius kalangan medis. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Cabang Kalimantan Barat mendorong perubahan gaya hidup sebagai langkah utama menekan risiko penyakit.

Hal ini disampaikan Ketua PERKENI Kalbar, Amanda Trixie Hardigaloeh, dalam simposium yang digelar di Hotel Ibis Pontianak, Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, obesitas kini tidak lagi sekadar persoalan penampilan, tetapi telah dikategorikan sebagai penyakit karena berisiko memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama penyakit endokrin seperti Diabetes.

“Prevalensi obesitas sudah mencapai sekitar 30 persen dan terus meningkat. Ini menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit, termasuk diabetes yang prevalensinya sekitar 11 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, obesitas berkaitan erat dengan berbagai penyakit lain, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, gangguan sendi, infertilitas, hingga penurunan fungsi kognitif. Jika tidak ditangani, kondisi ini juga dapat berkembang menjadi penyakit serius seperti kanker.

Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan menjaga keseimbangan antara asupan energi dan aktivitas fisik. Pengaturan pola makan, terutama dalam mengontrol konsumsi karbohidrat, menjadi langkah penting.

Baca Juga : Karhutla Kalbar Siaga, Kemenhut Aktifkan Posko Pengendalian

Selain itu, masyarakat diimbau menghindari gaya hidup sedentari atau kurang gerak. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki dan bersepeda dinilai efektif membantu menjaga kebugaran tubuh.

Namun, pada kondisi tertentu seperti obesitas berat atau diabetes, aktivitas fisik perlu dilakukan secara terstruktur agar hasilnya optimal.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Penelitian PERKENI Kalbar, Izzudin Fathoni, menegaskan bahwa obesitas kini harus dipandang sebagai penyakit, bukan sekadar kondisi fisik.

Menurutnya, banyak penyakit metabolik berawal dari obesitas, mulai dari gangguan kardiovaskular, stroke, hingga gangguan kesuburan seperti polycystic ovary syndrome (PCOS).

Baca Juga : Sekda Harisson Dorong ASN Kuasai Policy Brief untuk Keputusan Cepat

Ia juga menyoroti masih adanya anggapan di masyarakat bahwa tubuh gemuk identik dengan sehat. Padahal, paradigma tersebut sudah tidak relevan dan perlu diubah.

“Berat badan kini bisa dianggap sebagai indikator penting kesehatan, bahkan menjadi tanda vital tambahan,” ujarnya.

Melalui simposium ini, PERKENI Kalbar juga mensosialisasikan berbagai gangguan endokrin, mulai dari kelainan hipofisis, tiroid, adrenal hingga reproduksi.

Keberadaan PERKENI di Kalimantan Barat diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan, terutama dalam penanganan penyakit endokrin yang terus meningkat.*

Gubernur Kalbar Cari Solusi Masa Jabatan Kepsek Pedalaman

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar)...

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menerima audiensi Panglima Jilah dan perwakilan kepala sekolah dari Kabupaten Landak dan Kubu Raya membahas masa jabatan kepala sekolah di wilayah pedalaman.

Pegadaian Luncurkan ATM Emas, Investasi Makin Praktis

BERIKABARNEWS l BALIKPAPAN – PT Pegadaian (Persero) meluncurkan...

Peluncuran ATM Emas Pegadaian di Kantor Cabang Damai Balikpapan untuk memudahkan investasi emas fisik.

Pemprov Kalbar Hibahkan Rp1 Miliar untuk Gereja di Singkawang

BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menyerahkan bantuan hibah Rp1 miliar untuk Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Asisi di Singkawang.

Gubernur Ria Norsan Tinjau Uji Coba Lalu Lintas Jembatan Kapuas I

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria...

Gubernur Kalbar Ria Norsan meninjau arus kendaraan di Simpang Garuda saat uji coba pengaturan lalu lintas Jembatan Kapuas I diperpanjang.

Kalbar Raih Dua Penghargaan Nasional Pupuk Bersubsidi

BERIKABARNEWS l SURABAYA – Provinsi Kalimantan Barat meraih...

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat Herti Herawati menerima dua penghargaan nasional terkait pendataan eRDKK dan penyaluran pupuk bersubsidi.

Gubernur Ria Norsan Dorong Jaminan Sosial bagi Relawan Karhutla dan Pekerja Rentan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar)...

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendorong perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi relawan karhutla dan pekerja rentan.

berita terkini