BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Barat terus diperkuat. Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menggandeng The Asia Foundation dalam kolaborasi strategis untuk mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Komitmen tersebut mengemuka saat pertemuan antara Ria Norsan dan Presiden sekaligus CEO The Asia Foundation, Laurel Miller, di Kantor Gubernur Kalimantan Barat pada Rabu (8/4/2026).
Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kalbar.
Dalam pertemuan tersebut, sektor pendidikan menjadi perhatian utama. Ria Norsan menegaskan bahwa salah satu tantangan terbesar Kalimantan Barat saat ini adalah masih rendahnya rata-rata lama sekolah masyarakat.
Menurutnya, kondisi geografis yang luas serta keterbatasan anggaran menjadi kendala dalam pemerataan akses pendidikan.
“Fokus utama kami adalah meningkatkan IPM, terutama rata-rata lama sekolah yang saat ini masih didominasi lulusan tingkat SMP,” ujarnya.
Melalui kolaborasi dengan The Asia Foundation, Pemerintah Provinsi Kalbar berharap dapat menghadirkan berbagai inovasi, termasuk memperluas akses pendidikan dan memperkuat program literasi hingga ke daerah terpencil.
Baca Juga : Mulai Besok, ASN Kalbar Terapkan Kerja Dari Rumah
Selain pendidikan, kerja sama ini juga mencakup pemberdayaan perempuan dan penguatan tata kelola lingkungan. Kedua aspek ini dinilai penting dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
Dengan potensi sumber daya alam yang besar, Kalimantan Barat membutuhkan pendekatan pengelolaan lingkungan yang berimbang agar tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Laurel Miller menyatakan pihaknya siap mendukung berbagai program strategis yang sejalan dengan kebutuhan daerah, termasuk dalam penguatan kapasitas masyarakat dan tata kelola pemerintahan.
Kolaborasi untuk Pembangunan Inklusif
Pemprov Kalbar menilai, tantangan pembangunan tidak dapat diselesaikan secara mandiri. Oleh karena itu, sinergi dengan lembaga internasional menjadi langkah penting untuk mempercepat capaian pembangunan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan pemerintahan yang lebih responsif dan inklusif, sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia di Kalimantan Barat.
Dengan semangat kerja sama ini, Kalbar optimistis dapat terus meningkatkan capaian IPM dan membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi masyarakatnya.*
