BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Besarnya anggaran daerah bukan jaminan utama keberhasilan pembangunan. Hal itu ditegaskan Bupati Kubu Raya, Sujiwo, yang menyebut persatuan dan kesatuan masyarakat jauh lebih berharga dibandingkan besaran anggaran dalam APBD maupun APBN.
Pernyataan tersebut disampaikan Sujiwo saat membuka Seminar Naik Dango ke-41 Tahun 2026 di Mega Tenda Paroki St. Fidelis, Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Naik Dango yang sarat nilai budaya dan kebersamaan.
Menurut Sujiwo, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kekuatan finansial, tetapi juga pada modal sosial berupa toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman.
Ia menilai, harmonisasi antar masyarakat menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Kubu Raya selama ini. Tanpa persatuan, anggaran sebesar apa pun tidak akan memberikan dampak maksimal.
“Sebanyak apa pun anggaran negara atau daerah, jika persatuan terpecah dan toleransi tidak terbangun, maka tidak akan memberikan manfaat,” tegasnya di hadapan peserta seminar.
Baca Juga : Pemkab Kayong Utara Gandeng DPRD Kalbar, Dorong Percepatan Infrastruktur
Dalam kesempatan itu, Sujiwo juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga toleransi antarumat beragama dan antaretnis. Ia menekankan bahwa semua agama mengajarkan kebaikan, sehingga tidak ada alasan untuk memperbesar perbedaan.
Momentum Naik Dango dinilai menjadi ruang penting untuk mempererat kebersamaan dan menghapus sekat-sekat sosial di tengah masyarakat.
Sujiwo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga iklim kondusif di Kubu Raya agar pembangunan dapat berjalan optimal. Ia optimistis, dengan persatuan yang kuat, daerah akan lebih mudah berkembang dan sejahtera.
“Persatuan itulah faktor utama pembangunan, bukan sekadar besarnya APBN atau APBD,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap nilai-nilai kebersamaan yang terus dirawat dapat menjadi kekuatan utama dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.*
