BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Komitmen pelestarian budaya sekaligus pengembangan pariwisata kembali ditegaskan Bupati Kubu Raya, Sujiwo. Ia menyatakan akan menetapkan Rumah Betang Lingga sebagai cagar budaya sekaligus destinasi wisata unggulan dan ruang publik di daerah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan usai pembukaan Seminar Naik Dango ke-41 Tahun 2026 di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Sujiwo, Rumah Betang Lingga yang telah berdiri sejak 2002 memiliki nilai sejarah dan filosofi tinggi bagi masyarakat. Ia menegaskan, keberadaan rumah betang tidak hanya menjadi identitas masyarakat Dayak, tetapi juga kebanggaan seluruh warga Kubu Raya.
“Rumah betang ini bukan hanya milik satu kelompok, tetapi akan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kubu Raya. Kami akan menjadikannya cagar budaya, destinasi wisata, sekaligus ruang publik,” tegasnya.
Sujiwo mengaku telah mengikuti perkembangan bangunan tersebut sejak awal berdiri. Ke depan, pemerintah daerah akan melakukan penataan kawasan secara bertahap agar memenuhi standar sebagai objek wisata resmi.
Penataan ini mencakup peningkatan fasilitas, kenyamanan pengunjung, serta penguatan nilai edukasi budaya yang dapat menarik wisatawan lokal maupun luar daerah.
Baca Juga : Bupati Sujiwo Tinjau Pasar Bahagia, Siapkan Renovasi Besar demi Dongkrak Ekonomi
Pengembangan Rumah Betang Lingga juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sujiwo menilai, pembangunan ruang publik selama ini terbukti mampu menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ruang publik yang kami bangun sebelumnya terbukti memberikan efek domino bagi ekonomi masyarakat. Hal yang sama akan kita dorong di kawasan Rumah Betang Lingga,” jelasnya.
Meski di tengah tantangan efisiensi anggaran, Sujiwo tetap optimistis pembenahan kawasan dapat diselesaikan pada tahun depan. Ia ingin memastikan lokasi tersebut benar-benar siap menjadi destinasi wisata baru yang representatif.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menargetkan Rumah Betang Lingga menjadi ikon wisata berbasis budaya yang tidak hanya menarik pengunjung, tetapi juga memperkuat identitas lokal dan kesejahteraan masyarakat.*
