BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pelaksanaan Pekan Raya Pontianak (PRP) 2026 dinilai sukses menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, mendorong agar event tahunan tersebut ke depan semakin diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai program pemerintah.
Menurut Satarudin, penyelenggaraan PRP tahun kedua yang berlangsung di Rumah Radakng mampu menjadi magnet bagi masyarakat. Selama dua pekan pelaksanaan, jumlah pengunjung disebut mencapai puluhan ribu orang.
“PRP tahun kedua ini dilaksanakan selama dua minggu dan ternyata mampu menarik antusias masyarakat untuk datang. Informasi yang saya terima, pengunjungnya bisa menembus 20 ribu orang,” ujarnya saat menghadiri malam penutupan PRP, Rabu (13/5) malam.
Antusias masyarakat terlihat hingga malam penutupan acara. Meski diguyur hujan, warga tetap memadati lokasi kegiatan untuk menikmati berbagai hiburan yang disuguhkan. Mulai dari arena permainan, pertunjukan musik hingga kuliner UMKM dengan harga terjangkau menjadi daya tarik utama PRP tahun ini.
Baca Juga : Ribuan Warga Padati GOR Ahmad Yani Saksikan AVC 2026
Satarudin juga memberikan apresiasi kepada Badan Pendapatan Daerah Kota Pontianak yang menghadirkan layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di area PRP. Menurutnya, kehadiran layanan pemerintah di tengah kegiatan masyarakat menjadi bentuk nyata pelayanan publik yang lebih dekat dengan warga.
“Ini bukti bahwa program pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat. Warga bisa mendapatkan pelayanan sekaligus menikmati kegiatan di PRP,” katanya.
Ia menilai kolaborasi antara penyelenggara event dengan pemerintah harus terus diperkuat. Tidak hanya layanan PBB, keterlibatan tenaga kesehatan serta petugas pemadam kebakaran dari BPBD juga dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan.
Karena itu, Satarudin berharap pada penyelenggaraan PRP tahun depan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak dapat ikut ambil bagian melalui stand pelayanan publik. Selain itu, keterlibatan BUMN, BUMD hingga instansi vertikal juga diharapkan bisa diwujudkan.
“Setiap lembaga punya program masing-masing yang bisa disosialisasikan kepada masyarakat. Jadi bukan hanya menghidupkan UMKM, tetapi juga mendekatkan pelayanan pemerintah kepada warga,” tegasnya.
Baca Juga : Jubaidah Pengrajin Caping di Pontianak Senang Dikunjungi Istri Wapres, Dapat Semangat Baru Berkarya
Ia pun berharap PRP edisi berikutnya dapat dikemas lebih besar dan semakin kreatif agar menjadi agenda yang dinanti masyarakat, tidak hanya dari Kota Pontianak tetapi juga dari berbagai daerah di Kalimantan Barat hingga luar provinsi.
Sementara itu, Ketua Panitia PRP, Solihin, mengatakan selama kegiatan berlangsung antusias masyarakat sangat tinggi. Dari data panitia, pelaku UMKM kuliner di event tersebut mampu meraih omzet kotor hingga Rp20 juta selama pelaksanaan acara.
“Terdapat 65 stand UMKM di PRP kali ini. Artinya perputaran uang cukup besar dan roda ekonomi masyarakat tetap bergerak,” ungkapnya.
Solihin memastikan pihak panitia akan berupaya menghadirkan PRP yang lebih besar pada tahun mendatang. Ia juga menyambut baik usulan Ketua DPRD Pontianak terkait keterlibatan OPD, BUMN, BUMD hingga instansi vertikal agar masyarakat bisa memperoleh pelayanan publik secara langsung di lokasi acara.
“Gagasan ini sangat baik karena masyarakat tidak hanya menikmati hiburan dan kuliner, tetapi juga mendapatkan layanan dari pemerintah. Ke depan PRP akan dikemas semakin menarik dan lebih lengkap,” tutupnya.**
