Jalur Air Rasau Jaya Terganggu, Pemkab Kubu Raya Ambil Langkah Darurat

Bupati Kubu Raya Sujiwo memimpin rapat penanganan krisis solar, (18/5/2026).

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Aktivitas transportasi air di jalur Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sempat terganggu akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Kondisi tersebut membuat sejumlah kapal angkutan penumpang dan barang kesulitan beroperasi, sehingga berdampak pada mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Merespons situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi darurat di ruang rapat bupati pada Senin (18/5/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo, dan dihadiri Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, anggota DPRD Kubu Raya, perwakilan PT Pertamina, Asosiasi Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP), serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah dampak ekonomi yang lebih luas, terutama bagi masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada transportasi air sebagai jalur utama aktivitas sehari-hari.

Dalam rapat itu, pemerintah daerah bersama pihak terkait menyepakati dua langkah solusi guna mengatasi persoalan kelangkaan solar bagi pengusaha motor kelotok dan angkutan air di wilayah Kubu Raya.

Solusi pertama berupa kebijakan jangka pendek melalui penerbitan surat dispensasi khusus bagi pengusaha motor kelotok yang beroperasi di Pelabuhan Rasau Jaya. Dengan dispensasi tersebut, para pengusaha diperbolehkan membeli BBM solar subsidi di SPBB Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara. Kebijakan ini berlaku sementara hingga akhir Juni 2026.

Baca Juga : KDMP Rasau Jaya I Diresmikan, Kubu Raya Dorong Ekonomi Desa Mandiri

Sementara untuk solusi jangka panjang, GAPASDAP bersama Pertamina Kalimantan Barat akan mengurus Surat Keputusan (SK) kuota BBM khusus angkutan penumpang perairan ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa jalur transportasi air dari Rasau Jaya menuju sejumlah daerah seperti Kayong Utara, Ketapang, hingga antarkecamatan merupakan jalur vital yang tidak boleh terhenti.

“Transportasi air dari Rasau Jaya menuju berbagai daerah sangat vital. Kalau dibiarkan, tentu dampaknya besar terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Karena itu kami langsung mengumpulkan seluruh pihak terkait untuk mencari solusi,” ujarnya.

Sujiwo juga mengingatkan agar surat dispensasi yang diberikan tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu. Menurutnya, dispensasi tersebut hanya bersifat sementara hingga terbitnya SK resmi dari BPH Migas.

“Dispensasi ini jangan sampai disalahgunakan. Ada batas waktunya hingga SK resmi keluar. Saya juga meminta Pertamina dan aparat penegak hukum meningkatkan pengawasan agar tidak dimanfaatkan oknum yang merugikan masyarakat kecil,” tegasnya.

Baca Juga : Kubu Raya Percepat Realisasi Program Makan Bergizi Gratis

Dari sisi regulasi, perwakilan PT Pertamina, Irsan Firdaus Gasani, menjelaskan bahwa kapal dengan tonase tertentu memang wajib memiliki dasar hukum berupa SK dari BPH Migas untuk dapat mengakses BBM subsidi. Namun demi menjaga pelayanan transportasi masyarakat tetap berjalan, skema dispensasi dinilai menjadi solusi terbaik saat ini.

Langkah cepat Pemkab Kubu Raya mendapat respons positif dari pelaku usaha transportasi air. Ketua GAPASDAP Kabupaten Kubu Raya, Agustianto, mengatakan aktivitas pelayaran dari dan menuju Pelabuhan Rasau Jaya diperkirakan segera kembali normal setelah dispensasi diterbitkan.

“Alhamdulillah kami mendapatkan solusi yang cukup baik. Jika surat dispensasi sudah ditandatangani, layanan angkutan penumpang dan barang bisa kembali normal,” katanya.

Apresiasi juga datang dari anggota DPRD Kubu Raya, Arifin Noor Aziz. Ia menilai langkah cepat pemerintah daerah sangat penting agar aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dan kepulauan yang bergantung pada jalur transportasi air tetap berjalan tanpa hambatan.*

 

Sumber :

Prokopim Kubu Raya

Panen Jagung Hibrida di Entikong Capai 13,36 Ton per Hektare, Polri Perkuat Ketahanan Pangan

BERIKABARNEWS l SANGGAU – Panen jagung hibrida di...

Personel Polsek Entikong bersama penyuluh pertanian dan kelompok tani melakukan panen jagung hibrida di lahan demplot Desa Entikong, Kabupaten Sanggau, dengan produktivitas mencapai 13,36 ton per hektare.

Bupati Sujiwo Siapkan Hadiah Rp500 Juta untuk Lomba Desa Kubu Raya

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu...

Bupati Kubu Raya Sujiwo menerima Camat Sungai Kakap dan Kepala Desa Jeruju Besar saat membahas hadiah Rp500 juta untuk Lomba Desa Tingkat Kabupaten.

Jaga Perbatasan RI-Malaysia, Polsek Entikong Tingkatkan Patroli Perintis Presisi

BERIKABARNEWS l ENTIKONG – Polsek Entikong terus meningkatkan...

Personel Polsek Entikong melaksanakan Patroli Perintis Presisi di kawasan PLBN Entikong dan sejumlah titik strategis untuk menjaga keamanan perbatasan RI-Malaysia.

Bupati Kubu Raya Desak Sinkronisasi Data Sawah dengan ATR/BPN

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya...

Bupati Sujiwo saat melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional terkait sinkronisasi data sawah Kubu Raya.

PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Sungai Raya, Ini Jadwalnya

BERIKABARNEWS l SUNGAI RAYA – PLN kembali melakukan...

Ilustrasi - Petugas PLN memeriksa jaringan listrik saat pemadaman bergilir di wilayah Sungai Raya, Kubu Raya.

Abang Nasir, Anggota DPRD Sekadau, Tewas Usai Tabrakan dengan Truk Tangki

BERIKABARNEWS l SEKADAU – Kabar duka datang dari...

Petugas kepolisian melakukan olah TKP kecelakaan yang menewaskan anggota DPRD Sekadau Abang Nasir di Jalan Merdeka Timur.

berita terkini