BERIKABARNEWS l SANGGAU – Panen jagung hibrida di wilayah perbatasan Kabupaten Sanggau mencatat hasil menggembirakan. Polsek Noyan, Polres Sanggau, sukses memanen jagung dengan produktivitas mencapai 11,2 ton per hektare di Dusun Tukun, Desa Sungai Dangin, Kecamatan Noyan, Sabtu (30/5/2026).
Panen raya tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus implementasi Program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Kegiatan panen dipimpin langsung Kapolsek Noyan IPTU Suharyanto, S.H., bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Sungai Dangin, Rohimah, yang mewakili Badan Pusat Statistik (BPS).
Turut hadir Ps. Kanit Binmas Polsek Noyan AIPTU Meidianto, personel Polsek Noyan, serta kelompok Sukarelawan Tani Mandiri Dusun Tukun.
Dalam proses panen, tim menggunakan metode ubinan untuk memperoleh data produktivitas secara akurat dan terukur.
Lahan seluas satu hektare milik warga bernama Riko Rikardo tersebut ditanami jagung hibrida varietas Sumo Sakti dengan usia tanam mencapai 145 hari.
Dari hasil ubinan, lahan itu menghasilkan rata-rata tujuh kilogram per sampel dan setelah dikonversikan mencapai produktivitas sebesar 11,2 ton per hektare.
Baca Juga : Bapperida Kalbar Gandeng CSF Indonesia Optimalkan Potensi Tengkawang
Kapolsek Noyan IPTU Suharyanto mengatakan hasil tersebut membuktikan pemanfaatan lahan produktif di wilayah perbatasan mampu memberikan hasil maksimal.
“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkomitmen mendukung program strategis pemerintah, salah satunya melalui penguatan sektor pertanian. Panen jagung hibrida ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan produktif dapat memberikan hasil yang optimal,” ujar IPTU Suharyanto.
Menurutnya, keberhasilan panen jagung hibrida tersebut tidak lepas dari sinergi antara petani, penyuluh pertanian, dan kepolisian.
Kolaborasi tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas pangan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di Kecamatan Noyan.
Ke depan, Polsek Noyan berkomitmen terus melakukan pendampingan dan pengawasan agar lahan tidur dapat dimanfaatkan menjadi lahan produktif secara berkelanjutan.*
