BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menargetkan kondisi jalan mantap di Kalbar dapat mencapai 80 persen pada tahun 2030.
Target tersebut disampaikan Ria Norsan saat mengikuti peresmian program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah secara daring dari Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (23/6/2026). Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.
Menurutnya, program Inpres Jalan Daerah menjadi langkah strategis untuk membuka akses yang selama ini masih terbatas, khususnya di wilayah yang membutuhkan konektivitas lebih baik.
“Kita harapkan dengan adanya Inpres Jalan Daerah ini dapat membuka akses infrastruktur yang selama ini masih terbatas serta mempercepat konektivitas antarwilayah di Kalimantan Barat,” ujar Ria Norsan.
Melalui program tersebut, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp178,4 miliar untuk pembangunan dan peningkatan ruas jalan provinsi maupun kabupaten di Kalimantan Barat dengan total panjang mencapai 34,72 kilometer.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Pastikan Pasokan BBM Bersubsidi ke Sungai Laur Segera Tersalurkan
Ria Norsan menilai pembangunan jalan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan berkendara, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, akses jalan yang baik akan menekan biaya logistik, memperlancar distribusi barang, serta mempercepat arus hasil pertanian dan komoditas dari desa menuju pusat-pusat ekonomi.
Saat ini, persentase jalan mantap di tingkat provinsi di Kalimantan Barat telah mencapai sekitar 65 persen. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalbar menilai masih diperlukan percepatan pembangunan agar pemerataan infrastruktur dapat dirasakan seluruh masyarakat.
Untuk mencapai target 80 persen jalan mantap pada 2030, Pemprov Kalbar menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang menyasar wilayah perkotaan maupun daerah penyangga, integrasi pendanaan antara APBD dan APBN, serta penguatan pengawasan kualitas pekerjaan di lapangan.
Baca Juga : Buka Raker Lurah se-Kalbar, Gubernur Ria Norsan Tekankan Birokrasi Agile
Ria Norsan menegaskan bahwa kualitas infrastruktur menjadi perhatian utama agar jalan yang dibangun memiliki daya tahan lebih lama dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ia optimistis, dengan dukungan anggaran pusat dan komitmen pemerintah daerah, pembangunan jalan di Kalimantan Barat akan terus meningkat.
Peningkatan konektivitas ini diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Kalimantan Barat.*
