BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa penataan kawasan di wilayah Kubu Raya terus menjadi prioritas pemerintah daerah demi menciptakan lingkungan yang lebih tertib, nyaman, dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Sujiwo, kebijakan penataan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bukan bertujuan menggusur masyarakat, melainkan menata aktivitas agar lebih teratur serta menciptakan ruang publik yang lebih layak dan produktif.
Ia menilai penataan kawasan menjadi langkah strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan tata ruang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Salah satu fokus utama pembenahan saat ini adalah kawasan Pasar Sungai Kakap. Pemerintah daerah menilai area tersebut perlu ditata agar aktivitas perdagangan berjalan lebih tertib dan nyaman, baik bagi pedagang maupun pembeli.
Sujiwo menegaskan, langkah penataan yang dilakukan bukan bentuk penggusuran ataupun pengusiran pedagang. Sebaliknya, pemerintah telah menyiapkan solusi berupa kios dan tenda sebagai fasilitas relokasi sementara.
“Hari ini kami kembali melakukan penataan Pasar Sungai Kakap. Kios sudah kami siapkan, yang belum mendapatkan kios juga kami siapkan tenda. Jadi bukan menggusur, bukan mengusir, tetapi melokalisir agar semuanya lebih tertib,” ujar Sujiwo usai memimpin Upacara Peringatan Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (29/6/2026).
Baca Juga : Pasar Sungai Kakap Bersolek, Bupati Sujiwo Dorong Penataan Menyeluruh
Sujiwo mengungkapkan, selama lebih dari satu tahun masa kepemimpinannya, Pemkab Kubu Raya telah melakukan penataan di hampir 2.000 titik yang tersebar di berbagai wilayah.
Ia menyebut respons masyarakat terhadap program tersebut sejauh ini sangat positif. Menurutnya, warga memahami bahwa penataan dilakukan untuk menciptakan kawasan yang lebih rapi, aman, dan nyaman.
“Alhamdulillah masyarakat Kubu Raya sangat luar biasa. Hampir dua ribu titik sudah kami lakukan penataan dan masyarakat menyambut baik. Mereka memahami bahwa tujuan pemerintah adalah menciptakan daerah yang semakin rapi dan nyaman,” katanya.
Dukungan masyarakat ini menjadi modal penting bagi pemerintah untuk melanjutkan pembenahan kawasan secara bertahap.
Meski demikian, Sujiwo tidak menampik bahwa proses penataan di lapangan terkadang menimbulkan dinamika. Namun, ia memandang hal tersebut sebagai bagian dari proses perubahan yang wajar.
Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif guna meminimalkan potensi gesekan dengan masyarakat.
“Kalau ada sentuhan atau gesekan dengan masyarakat, itu harus kita minimalisir. Karena tujuan kita baik, ingin menyelesaikan persoalan dan membawa masyarakat kepada kondisi yang lebih baik,” jelasnya.
Baca Juga : Tanpa Gunakan APBD, Sujiwo Beri Bonus Atlet Popda Kubu Raya
Menurut Sujiwo, komunikasi yang baik menjadi kunci agar masyarakat memahami manfaat jangka panjang dari program penataan kawasan.
Di akhir keterangannya, Sujiwo menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan penataan kawasan selama masih diberi amanah memimpin Kubu Raya.
Ia memastikan berbagai persoalan kewilayahan akan diselesaikan secara bertahap demi terciptanya lingkungan yang lebih tertata dan kesejahteraan masyarakat yang semakin meningkat.
“Selama kami masih diberikan amanah memimpin Kubu Raya, penataan akan terus kami lakukan. Persoalan yang ada akan kami selesaikan satu per satu demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.*
