BERIKABARNEWS l KUCHING – Titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Kalimantan Barat memicu pergerakan kabut asap hingga ke wilayah barat Sarawak, Malaysia. Kondisi ini terpantau oleh ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC).
dilansir dari Suara Sarawak, ASMC melaporkan, asap dengan intensitas sedang hingga tebal juga menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan, Sarawak bagian tengah, serta Sumatra bagian tengah dan selatan.
Pergerakan kabut asap tersebut berdampak pada kualitas udara. Sejumlah stasiun pemantau mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat, terutama di Kalimantan Barat serta wilayah barat dan tengah Sarawak.
Meski demikian, ASMC menyatakan sebaran titik panas dan kabut asap belum dapat dipastikan secara menyeluruh karena sebagian kawasan masih tertutup awan.
Baca Juga : BMKG Peringatkan Musim Kemarau, Asap Karhutla Terdeteksi di Kalimantan dan Sumatera
ASMC memperkirakan cuaca kering masih mendominasi sebagian besar wilayah selatan ASEAN dalam beberapa hari mendatang.
Hujan masih berpotensi terjadi di Sumatra bagian utara dan tengah, Semenanjung Malaysia, serta sebagian Kalimantan Utara. Sementara wilayah utara ASEAN diperkirakan tetap mengalami hujan.
Cuaca kering yang berlangsung cukup lama di wilayah rawan kebakaran berpotensi meningkatkan jumlah hotspot dan memperburuk kondisi kabut asap.
Situasi tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya asap lintas batas (cross-border haze) yang dapat bergerak dari wilayah terdampak menuju negara tetangga.
Baca Juga : Akses Sarawak-Kalbar Bakal Makin Mudah, ICQS Serikin Rampung 2027
ASMC menyebut angin dominan di wilayah selatan ASEAN saat ini bertiup dari arah tenggara atau selatan.
Pola angin tersebut berpotensi mendorong asap bergerak ke arah utara. Kondisi ini turut meningkatkan potensi kabut asap dari Kalimantan Barat mencapai wilayah Sarawak.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca, terutama selama periode kering masih berlangsung.*
