BERIKABARNEWS l BEIJING – Startup kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, menaikkan tarif Application Programming Interface (API) untuk dua model andalannya, V4-Pro dan V4-Flash, mulai 17 Agustus 2026.
Kenaikan tarif tersebut mencapai 1.100 persen atau hingga 11 kali lipat dibandingkan harga yang berlaku saat ini. DeepSeek juga menerapkan skema harga berbeda berdasarkan waktu penggunaan, yakni jam sibuk (peak) dan di luar jam sibuk (off-peak).
Penyesuaian tarif diumumkan perusahaan pada Kamis. Besaran biaya nantinya bergantung pada model AI, jenis token yang diproses, serta waktu penggunaan layanan.
Kebijakan baru berlaku untuk model V4-Pro dan V4-Flash. Biaya API dihitung berdasarkan pemrosesan input dan output token.
Baca Juga : Persaingan AI Memanas, Zuckerberg Desak AS Longgarkan Regulasi
DeepSeek membagi tarif menjadi dua periode. Penggunaan pada jam sibuk dikenakan tarif peak, sedangkan akses di luar jam sibuk menggunakan tarif off-peak.
Kenaikan harga sendiri bervariasi, mulai dari 50 persen hingga 1.100 persen. Dengan skema tersebut, pengembang dan pengguna komersial perlu memperhitungkan waktu penggunaan API agar biaya operasional tetap terkendali.
Perubahan tarif ini terutama akan berdampak pada pengguna yang mengandalkan API DeepSeek untuk pemrosesan data dalam jumlah besar. Pengembang perlu menyesuaikan pola penggunaan layanan berdasarkan model dan waktu akses.*
Sumber :
Reuters
