BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Barat tidak hanya diwarnai parade budaya. Momentum tersebut juga dimanfaatkan Gubernur Kalbar Ria Norsan untuk mendorong percepatan digitalisasi ekonomi daerah.
Ria Norsan melepas peserta Lomba Karnaval Kemerdekaan dan Drum Band se-Kalbar di Jalan Diponegoro, Pontianak, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi rangkaian puncak Pontianak Carnaval Khatulistiwa (PACAK), Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026, dan Festival Rupiah Berdaulat (FERBI).
Selain memeriahkan HUT ke-81 RI, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sekaligus mendorong transformasi ekonomi digital di Kalbar.
Baca Juga : Independent Cup ke-5 Resmi Dibuka, Peserta dari Kuching dan Sarawak Ikut Bertanding
Ria Norsan meminta pemerintah kabupaten dan kota bersama industri perbankan memperluas penggunaan pembayaran digital. Menurutnya, digitalisasi perlu diterapkan pada layanan publik hingga sektor UMKM.
“Melalui Pekan QRIS Nasional 2026, kita mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk terus memperluas digitalisasi pembayaran, mulai dari pajak, retribusi, pasar, parkir pariwisata hingga berbagai layanan publik,” tegas Ria Norsan.
Ia juga meminta industri perbankan menjaga keandalan sistem pembayaran digital, memperluas edukasi keuangan digital, serta mendukung pengembangan UMKM.
Kepala BI Kalbar Doni Septadijaya mengatakan PQN 2026 turut mendorong implementasi QRIS Cross-Border atau transaksi pembayaran antarnegara.
Menurut Doni, layanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menangkap peluang ekonomi dari pergerakan wisatawan negara tetangga yang berkunjung ke Kalimantan Barat.
Baca Juga : Paskibraka Kalbar Dikukuhkan, Gubernur Ria Norsan Titip Pesan Jaga Kekompakan
Digitalisasi pembayaran diarahkan mencakup berbagai sektor, mulai dari pajak daerah, retribusi pasar, parkir kawasan pariwisata hingga layanan publik lainnya.
Di sisi lain, pelaku UMKM juga didorong mendapatkan edukasi dan dukungan dalam memanfaatkan layanan keuangan digital.
Kolaborasi Pemprov Kalbar dan Bank Indonesia melalui kegiatan budaya serta edukasi keuangan diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi digital daerah.
Ria Norsan menilai perluasan transaksi digital secara bersama-sama dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM dan perekonomian Kalbar.*
