BERIKABARNEWS l KUCHING – Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak menutup seluruh sekolah di delapan distrik selama dua hari, 20-21 Agustus 2026. Kebijakan ini diterapkan menyusul kabut asap yang menyebabkan kualitas udara memburuk.
Penutupan sekolah bertujuan melindungi kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan siswa serta tenaga pendidik dari paparan udara yang tidak sehat.
Delapan distrik yang terdampak meliputi Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Serian, Samarahan, Sri Aman, dan Lubok Antu.
Meski sekolah diliburkan, proses belajar mengajar tetap berlangsung melalui Pengajaran dan Pembelajaran di Rumah (PdPR).
Baca Juga : Mahasiswa Polnep Kunjungi Proyek Transportasi Masa Depan di Kuching
Siswa mengikuti pembelajaran dari rumah agar kegiatan pendidikan tetap berjalan selama sekolah ditutup sementara akibat kondisi udara.
Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak meminta masyarakat memantau perkembangan kondisi kabut asap serta informasi terbaru mengenai kegiatan sekolah.
Informasi terkait kemungkinan perpanjangan penutupan maupun pembukaan kembali sekolah akan disampaikan melalui kanal resmi Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak dan Pejabat Pendidikan Daerah setempat.*
