BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak ulama dan pemerintah memperkuat sinergi dalam membangun masyarakat dan daerah. Hal itu disampaikan saat menutup Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah V se-Kalimantan Tahun 2026 di Hotel Grand Mahkota Pontianak, Minggu (23/8/2026).
Rakorda MUI se-Kalimantan tersebut diikuti pengurus MUI dari lima provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.
Edi mengapresiasi MUI yang telah memilih Kota Pontianak sebagai lokasi pelaksanaan Rakorda. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya mempererat silaturahmi antarpengurus MUI, tetapi juga menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi umat dan bangsa.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya merasa tersanjung dan bersyukur diberikan kesempatan untuk menutup kegiatan Rapat Koordinasi Daerah MUI Wilayah V se-Kalimantan Tahun 2026,” ujar Edi seusai acara.
Baca Juga : Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Enam Rumah di Gang Sagu
Menurut Edi, sinergi antara ulama dan pemerintah memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Pembagian kewenangan pemerintahan antara pusat, provinsi, serta kabupaten dan kota membuat kolaborasi antarpihak semakin dibutuhkan.
“Kita memiliki kewenangan yang terbagi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan para ulama menjadi sangat penting dalam membangun masyarakat dan daerah,” katanya.
Edi juga mengapresiasi kehadiran Ketua Komisi II DPR RI dalam rangkaian Rakorda. Ia menilai perhatian terhadap tata kelola pemerintahan, khususnya di daerah, menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Edi turut menyampaikan kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di Kota Pontianak, kualitas udara yang belum membaik telah memengaruhi aktivitas masyarakat. Pemkot Pontianak mengambil sejumlah langkah perlindungan, termasuk menerapkan pembelajaran daring bagi siswa TK, SD, dan SMP serta membatasi aktivitas di luar ruangan.
Baca Juga : Kabut Asap Belum Reda, Pemkot Pontianak Kembali Terapkan Pembelajaran Daring
Edi juga meminta peserta Rakorda yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan mendoakan agar hujan segera turun sehingga kabut asap dapat berakhir.
“Kepada seluruh tamu dari berbagai wilayah Kalimantan, kami mohon doa agar Allah segera menurunkan hujan yang berkah, sehingga kondisi kabut asap dapat segera berakhir dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman,” tuturnya.
Ia berharap hujan yang turun menjadi rahmat bagi seluruh wilayah Kalimantan sekaligus membantu mengatasi kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Edi berharap Rakorda MUI Wilayah V se-Kalimantan semakin memperkuat silaturahmi serta sinergi antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat.
“Mudah-mudahan kegiatan ini semakin memperkuat tali silaturahmi, memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat, serta menghasilkan rekomendasi yang memberikan manfaat bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.*
