BERIKABARNEWS l JAKARTA – Polri mengerahkan 300 personel Brimob dari Kalimantan Timur dan Bali untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Ratusan personel tersebut diperbantukan melalui skema Bawah Kendali Operasi (BKO) untuk membantu Polda Kalbar mengendalikan titik api dan mencegah karhutla meluas, terutama di kawasan rawan lahan gambut.
Sebanyak 190 personel Pasukan Brimob II Korbrimob Polri diberangkatkan dari Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan, menuju Pontianak.
Pasukan tersebut berada di bawah komando Danmen Penugasan Kombes Pol Iwan Hidayat dan dilepas Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro.
Sementara itu, 110 personel atau satu SSK Brimob Polda Bali diberangkatkan melalui Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai.
Baca Juga : Polri Ungkap 89 Kasus Karhutla, 72 Orang Jadi Tersangka
Pasukan Brimob Bali dipimpin PS. Danyon A Pelopor Kompol Nyoman Supartha dan dilepas Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya.
Seluruh personel tersebut bergabung dalam Satgas Operasi Aman Nusa II Penanganan Karhutla untuk membantu Polda Kalbar mengendalikan titik api di sejumlah wilayah.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan pengerahan personel dari sejumlah wilayah merupakan bentuk respons cepat Polri dalam menghadapi karhutla.
Menurutnya, penanganan karhutla dilakukan melalui patroli terpadu, deteksi dini, kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi, serta koordinasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, dan pemangku kepentingan lainnya.
Baca Juga : Hotspot Kalbar Turun Jadi 28 Titik, Menhut Ingatkan Jangan Lengah
“Polri terus memperkuat mitigasi sejak dini melalui patroli terpadu, penguatan deteksi dini, kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Isir.
Ia menegaskan penanganan karhutla tidak hanya dilakukan saat api sudah meluas. Polri juga memperkuat pencegahan dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan serta pemulihan kawasan pascakebakaran.
Pengerahan tambahan 300 personel Brimob ke Kalbar diharapkan mempercepat pengendalian karhutla dan menekan dampaknya terhadap masyarakat.*
