BERIKABARNEWS l KETAPANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membakar sekitar 2 hektare lahan gambut di Km 6 Jalan Pelang, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Rabu (2/9/2026) malam.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris turun langsung memimpin upaya pemadaman setelah video kobaran api di kawasan tersebut beredar di media sosial. Tim gabungan kemudian bergerak ke lokasi untuk memadamkan api sekaligus melakukan pembasahan.
Kapolres Ketapang didampingi Wakapolres Ketapang Kompol Hoerrudin, Kabag Ops, dan Kapolsek Matan Hilir Selatan dalam penanganan karhutla tersebut.
Pemadaman melibatkan personel Polres Ketapang, Polsek, Brimob, TNI AD/Babinsa, BPBD, dan Basarnas.
Baca Juga : Karhutla Desa Pasir Mempawah, Petugas Berjuang Jinakkan Api di Medan Terjal
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, area yang terbakar diperkirakan mencapai 2 hektare. Lahan tersebut merupakan kawasan gambut yang ditumbuhi semak belukar.
Petugas melakukan pemadaman sekaligus pembasahan secara intensif. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bara api yang masih berada di bawah permukaan tanah gambut benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.
Untuk mendukung proses pemadaman, petugas menggunakan dua unit mesin pompa air Honda 2 HP yang dilengkapi selang dan nozzle. Satu unit mesin pompa Robin juga digunakan dalam operasi tersebut.
Lokasi titik api yang cukup jauh dari sumber air menjadi salah satu kendala. Petugas harus menarik selang sekitar 100 hingga 200 meter dari jalan poros menuju lokasi kebakaran.
Baca Juga : Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Kawasan Permukiman Kubu Raya
AKBP Muhammad Harris mengatakan kondisi angin yang kencang menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Kondisi lahan gambut juga membuat petugas harus mewaspadai kemungkinan munculnya kembali bara api dari bawah permukaan.
Meski menghadapi sejumlah kendala, tim gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan seluruh kobaran api di lokasi.
Sementara itu, penyebab karhutla di Jalan Pelang masih dalam penyelidikan. Unit Intelkam Polres Ketapang bersama Polsek Matan Hilir Selatan masih mengumpulkan bahan keterangan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Kapolres Ketapang mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca kering dan angin kencang. Pembakaran lahan dalam kondisi tersebut dinilai berisiko memicu meluasnya kebakaran.
Pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Pelang juga diminta berhati-hati karena asap karhutla berpotensi mengganggu jarak pandang. Pengendara diimbau mengurangi kecepatan dan menggunakan masker selama melintasi kawasan tersebut.*
