BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Curah hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat diprakirakan meningkat signifikan pada 21–24 September 2026. Kondisi tersebut diharapkan membantu menekan dan meredakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah daerah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memantau perkembangan cuaca serta pergerakan titik panas atau hotspot.
Meski peluang hujan meningkat, penanganan karhutla tetap dilakukan secara maksimal. Kesiapsiagaan seluruh unsur di lapangan juga tidak dikendurkan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Baca Juga : Pemprov Kalbar Salurkan Bantuan Karhutla untuk 4 Kabupaten
Pemprov Kalbar terus mengandalkan operasi terpadu untuk menangani karhutla. Patroli darat dan udara dilakukan secara berkala di wilayah yang dinilai rawan untuk mendeteksi kemunculan titik api sejak dini.
Selain patroli, operasi water bombing juga tetap disiapkan untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit didatangi tim pemadam melalui jalur darat.
Pemantauan kondisi lapangan dilakukan secara terpadu dengan menggabungkan informasi prakiraan cuaca dan pergerakan hotspot. Data tersebut menjadi bagian dari koordinasi dalam menentukan langkah respons terhadap karhutla.
Baca Juga : Gunung Palung dan Bukit Peramas Jadi Fokus Pemadaman Karhutla
Peningkatan curah hujan pada 21–24 September 2026 diharapkan dapat membantu memadamkan sisa bara kebakaran di sejumlah wilayah Kalbar.
Namun, Pemprov Kalbar memastikan seluruh unsur satuan tugas tetap bersiaga hingga kondisi di lapangan benar-benar aman. Pemantauan terhadap perkembangan cuaca dan titik panas juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi.
Dengan kondisi tersebut, hujan diharapkan tidak hanya menekan kemunculan titik api baru, tetapi juga membantu proses pemadaman karhutla yang masih berlangsung.*
