BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pontianak meraih juara II dalam lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026, Selasa (13/10/2026).
Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi TP PKK Kota Pontianak untuk terus mendorong kreativitas kader PKK dan Posyandu dalam mengolah makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman dikonsumsi keluarga.
Ketua TP PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, mengatakan inovasi pangan tidak sekadar menghadirkan sajian yang menarik. Pengolahan makanan juga harus memperhatikan pemenuhan kebutuhan gizi, kualitas, dan keamanan pangan.
“Alhamdulillah, TP PKK Kota Pontianak berhasil meraih juara II. Ini menjadi motivasi bagi kader-kader Posyandu lainnya untuk terus berinovasi menciptakan makanan bagi keluarga, sehingga kebutuhan gizi dan nutrisi terpenuhi serta aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.
Baca Juga : Pemkot Pontianak Beri Kado HUT ke-255 untuk 50 Petugas Kebersihan
Menurut Yanieta, pemenuhan gizi keluarga merupakan salah satu langkah penting untuk membangun masyarakat yang sehat. Dengan kondisi kesehatan yang baik, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas secara optimal dan menjadi lebih produktif.
Dalam lomba tersebut, TP PKK Kota Pontianak memperkenalkan inovasi menu berbahan tepung mocaf atau modified cassava flour, yakni tepung yang berasal dari singkong yang difermentasi. Bahan tersebut dikombinasikan dengan pasta bit untuk menghasilkan mi yang kemudian diolah menjadi fettuccine carbonara.
Menu ini dikembangkan sebagai alternatif sajian keluarga yang menarik dengan tetap memperhatikan aspek gizi, kualitas, dan keamanan pangan.
“Walaupun dalam bentuk pasta kami ingin makanan ini tetap memperhatikan nilai gizi dan kualitasnya, serta aman dikonsumsi oleh keluarga,” jelas Yanieta.
Baca Juga : DLH Pontianak Siapkan Kontainer Sampah Terpilah Organik dan Anorganik
Ia menambahkan, penyajian makanan dalam bentuk yang akrab dan disukai masyarakat dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan minat mengonsumsi pangan yang lebih beragam.
Meski demikian, keseimbangan gizi dan keamanan pangan tetap harus menjadi perhatian dalam setiap pengolahan dan penyajian makanan.
Melalui inovasi berbahan tepung mocaf dan pasta bit tersebut, TP PKK Kota Pontianak berharap masyarakat semakin terdorong untuk berkreasi dalam mengolah makanan keluarga tanpa mengabaikan prinsip B2SA.
Upaya ini sekaligus mendukung peran TP PKK dalam meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi. Dengan demikian, diharapkan terwujud masyarakat Kota Pontianak yang sehat, aktif, dan produktif.*
