BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Provinsi Kalimantan Barat resmi dibuka di Aula Gedung Pasifikus, Kota Pontianak, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat iman, mengembangkan seni suara gerejani, sekaligus mempererat kerukunan antarumat beragama.
Pembukaan Pesparani dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero, yang mewakili Gubernur Kalbar.
Acara tersebut dihadiri jajaran pejabat daerah, tokoh agama, serta ratusan peserta dan kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Heronimus mengajak seluruh peserta menjadikan Pesparani sebagai bentuk persembahan terbaik kepada Tuhan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung sportivitas dan memperkuat semangat kebersamaan selama kegiatan berlangsung.
Baca Juga : Maulid Akbar HUT ke-255 Pontianak, Ria Norsan Doakan Warga Sejahtera
Heronimus menegaskan, kerukunan dan sikap saling menghargai perlu terus dijaga di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.
Menurutnya, seni suara dan lagu-lagu gerejani dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan persaudaraan serta mempererat hubungan antarmasyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap Pesparani mampu memperkuat harmoni sosial dan menjaga hubungan kekeluargaan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi dipadukan menjadi keindahan,” tegas Heronimus Hero.
Baca Juga : Gubernur Kalbar Cari Solusi Masa Jabatan Kepsek Pedalaman
Selain menjadi ajang perlombaan seni suara gerejani, Pesparani Katolik Kalbar juga diharapkan menjadi sarana pembinaan mental dan kerohanian bagi generasi muda serta umat Katolik.
Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengembangkan bakat seni suara sekaligus memperdalam nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Pemprov Kalbar berharap kegiatan tersebut terus dilestarikan melalui sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat. Pesparani diharapkan turut mendukung penguatan karakter bangsa yang toleran, menjunjung kebersamaan, dan menghargai keberagaman budaya.*
